Selasa, 09 Juni 2015

hitam pekat hati

merajut lika-likunya kehidupan sulit untuk diprediksi kapan bisa sesuai harapan kemiskinan menghantui hati yang terlanjur gelap lelah karena nafkah adalah ibadah usaha dan asa dikalahkan keegoisan diri pekatnya hati tipisnya iman tipis nya iman memenangkan gelapnya lika-liku kehidupan rasa yang merasa paling ... adalah rasa mengkufuri nikmat terendah dan tertinggi bukan ukuran dalam penilaian apa yang dipunya itulah sementara miliknya nikmat syukur kuncinya penerangan hati tak abadi dunia tak abadi harta tak abadi pula apa yang dipunya keluh kesah bukan solusi, tapi keluh kesah pada sang pencipta lebih berarti tak ada arti hidup ini tanpa benteng iman tak ada arti hidup ini tanpa pedoman jalankan lika-liku kehidupan dengan hati terang jalankan lika-liku kehidupan dengan iman abadi adalah akherat dunia adalah sementara bukti nyata dalam pedoman pengetahuan dalam kehidupan upaya dan usaha tugas manusia didunia penentu hasil sang pencipta tak ada yang patut dikeluhkan sesama manusia keluh kesah kepada sang pencipta tak ada yang patut disombongkan dalam dunia hilangkan rasa paling menderita, paling miskin dan paling ... hilangkan rasa paling ini, diatas langit masih ada langit... kesombongan tiada arti dalam hidup ini

Rabu, 11 Juni 2014

KESABARAN dan KETEGASAN TERCIPTA NYAMAN AMAN SAMPAI TUJUAN.


"Saat itu saya pulang dari kantor dengan mengendarai motor, dipertigaan lampu merah terlihat macet dari arah sebelah kanan terus menerobos masuk walaupunlampu menandakan merah yang tandanya stop atau berhenti, dan saat itu jalur yang saya lewati hijau dan harus berjalan bunyi klakson bersautan dengan irama amarah yang luar biasa dengan diringi teriakan dari dalam mobil maupun para kendaraan bermotor. tidak lama kemudian polisi datang menertibkan yang dari arah kirih untuk berhenti bergantian dari jalur yang saya lewati ternyata baru kurang lebih satu menit kami distop untuk giliran jalur yang lain berjalan, padahal lampu masih nyala walaupun beberapa detik dan kebetulan saya masih mengantri di jalur tersebut tidak kebagian lampu hijaunya beberapa kendaraan bermotor yang satu jalur sama saya marah-marah dan sengaja motornya diparkirkan di tengah-tengah lampu merah untuk bersiap-siap menyebrang ke kanan. ternyata sama polisi ditegur untuk jalan lurus dan pengendara tersebut lantas memarahi polisi tapi saya tidak tahu perkataan yang keluar dari molot si pengendara hanya melihat dari tanda-tanda fisik yang menandakan dia memarahi polisi tersebut, lantas polisi tidak terima dimarahi maka polisipun balik memarahi dan jari telunjuknya sambil diarahkan ke muka pengendara motor itu, polisi lantas mengambil kunci motor yang kendaraan masih nyala dengan  reflek pengendara motor merebut kunci tersebut. lalu kemudian datang teman polisi untuk membantu rekannya tetapi keburu lampu sudah menyala hijau dan pengendara motor tersebut langsung tancap gas dan kabur"
Dalam bisa kita artikan didalam peristiwa tersebut dan siapa yang pantas kita salahkan, polisi sudah tidak lagi ditakuti bahkan secara kasarnya polisi sudah tidak dihormati lagi, nyata nya sekarang ini pengendara motor sudah tidak lagi mematuhi lampu lalu lintas. karena ingin  buru-buru sampai rumah atau sampai tujuannya tidak perduli dengan peraturan lalulintas yang ada, sekaligus ada polisi lalu lintas ditempat itu sudah tidak di perdulikan yang penting sampai tujuan cepat dan tepat waktu tidak perduli dengan pengendara motor atau pengguna jalan yang lain. sesama motor pun saling panas apabila didahului dengan gas yang berisik maka akan saling ngegas dan terjadilah seperti balapan saling mepet, masyarakat sudah tidak lagi mengikuti peraturan lalulintas yang ada. polisi menang jika ada razia gabungan itupun terkadang masih ada saja yang berani melawan dan ngotot dengan membela dirinya (pengendara motor).
siapa yang harus disalahkan pengendara motor yang selalu terburu buru dan melanggar peraturan lalulintas atau kurangnya ketegasan polisi dalam menindak pelanggaran lalulintas tersebut.
Pengendara dengan berambisi ingin cepat sampai tujuannya dengan emosi yang mengebu-gebu maka saling kebut-kebutan yang akan berakibat fatal bagi pengendara yang biasa-biasa saja dan itu selalu dibiarkan saja oleh polis lalu lintas tidak ditindak tegas, karena pada dasarnya pengendara apabila ditilang selalu ada yang bilang " biarin ditilang ntar paman gw yang ambil, paman gw kan polisi, atau saudara gw yang lain yang polisi juga atau teman yang menjadi polisi"
Disini letak kesemena-menaan sang pengendara yang dengan gagahnya mempunyai saudara atau rekan polisi yang berpengaruh di kepolisian yang dengan mudahnya mengambil surat-surat yang ditilangnya, lain lagi kalau oknum polisi itu ceritanya " kamu melanggar peraturan ini dan harus membayar sekian atau ditilang?" karena terburu-buru ada urusan penting maka dengan terpaksa dikeluarkan lah uang untuk membayar pelanggaran tersebut dengan rasa kesel dan gregetan, bisa dibilang emosi. karena harus membayar uang yang sebenarnya tidak harus mengeluarkan uang tersebut kalau seperti diatas mempunyai relasi atau saudara di kepolisian. beragam cerita didalam pengguna jalan mengenai peraturan-peraturan lalulintas. ada juga pengendar yang akan ditilang bilang " dah nih pak, maaf saya lagi buru-buru sambil menyelipkan uang ketangan sang oknum polisi. sudah menjadi rahasia umum hal-hal seperti itu, tetapi sangat disayangkan bagi mereka yang benar-benar mematuhi lalulintas tetapi karena kurangnya surat ijin mengemudinya atau surat-surat komplit tapi spion sebelah kosong itu yang dirugikan, dan polisi yang benar-benar menjalankan pekerjaannya dengan baik ikut tercoreng dengan peristiwa-peristiwa tersebut.
kapankah semua itu hilang,? tergantung bagaimana ketegasan polisi bertindak dilapangan dan tidak ada lagi aknum yang mempermudah pengambilan surat-surat tilang tersebut. dengan ketegasan yang benar-benar tegas menjalankan sesuai dengan peraturan yang ada maka pengendara motor perlahan akan takut dan menghormati polisi serta akan mengikuti peraturan-peraturan lalu lintas yang ada.
sebagai pengendara motor juga harus merubah diri dari sikap terburu-buru dan berambisi ingin sampai rumah atau tujuan tetapi merugikan pengendara yang lain, mulailah berjalan dengan nyaman damai sesuai dengan aturan-aturan lalu lintas. dengan saling menyadari, merubah tindakan - tindakan yang ber efek merugikan orang   lain maka akan tercipta damai di perjalanan aman nyaman sampai tujuan.
"MARI BUDAYAKAN KEMBALI MENGIKUTI RAMBU-RAMBU LALULINTAS DENGAN BAIK TIDAK DENGAN EGOIS"




Selasa, 10 Juni 2014

PERENCANAAN PEMBANGUNAN PONDOK PESANTREN AL – MUTAQIN



SISTEM KEPEMIMPINAN DAN HUBUNGAN ANTAR MASYARAKAT
PERENCANAAN PEMBANGUNAN PONDOK PESANTREN AL – MUTAQIN
Oleh :
JUMADI





KATA PENGANTAR


Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kita sehingga saya berhasil menyelesaikan TUGAS  MATA KULIAH SISTEM KEPEMIMPINAN DAN HUBUNGAN ANTAR MASYRAKAT ini yang alkhamdulillah tepat pada waktunya.
Tugas ini berisikan tentang perencanaa program pembangunan pondok pesantren, visi dan misi didirikannya Pondok Pesantren AL – Muttaqin yang terletak di Desa Maos Lor, Maos, Cilacap, Jawa Tengah.
Pentingnya membangun lembaga pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan non formal yang membawa semangat perubahan menuju perbaikan. Dikatakan penting, karena pesantren secara umum mempunyai nilai lebih, di mana ia merupakan lembaga pendidikan yang mampu menjangkau ilmu-ilmu pengetahuan umum dan agama, serta mampu membuat model masyarakat islami yang mengedepankan keseimbangan ilmu dan amal. Pondok pesantren ibarat kota kecil yang seluruh kondisi kesehariannya memberikan pendidikan dan kemandirian yang sangat bermanfaat bagi pembangunan sumber daya manusia yang berilmu sekaligus berakhlakul karimah.
Saya menyadari bahwa tugas yang saya kerjakan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta membantu dalam penyusunan TUGAS  MATA KULIAH SISTEM KEPEMIMPINAN DAN HUBUNGAN ANTAR MASYRAKAT ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

27 /5/ 2014
Penyusun


A.   Latar Belakang

Rencana pembangunan pondok pesantren ini bermula dari tersentuhnya hati dengan kejadian-kejadian belakangan ini yang sangat memalukan bagi kita selaku kaum muslim, terjadinya pelecehan seksual dikalangan anak-anak remaja serta pemakaian narkoba dan minuman keras dikalangan remaja pula dan banyak kejadian-kejadian lain dikalangan remaja.
Semua kejadian- kejadian itu terjadi karena lemahnya penanaman Aqidah - Aqidah tentang Keimanan Kepada Tuhan Yang Maha Pencipta, maka untuk menanggulangi kejadian tersebut untuk tidak terulang kembali,  Saya berencana membangun lembaga pendidikan non formal dalam bidang agama dan pemberdayaan sumber daya manusia muslim agar kelak memberikan kontribusi manfaat yang besar dan kemaslahatan bagi masyarakat luas. Karena itu kemudian saya berinisiatif untuk mendirikan pondok pesantren, mengingat di sekitar daerah saya tersebut belum berdiri satu pun pesantren, dan dengan pertimbangan lain bahwa pesantren di era modern saat ini sangat dibutuhkan bagi mereka yang tengah kehausan mencari air spiritual, sehingga diharapkan dengan berdirinya pesantren ini dapat membantu mereka mendapatkan jalan kebenaran, hidayah, kepuasan spiritual dan keberkahan hidup di dunia hingga di akherat. Terlebih, lokasi tanah wakaf tersebut berada di kawasan masyarakat awam yang masih sangat haus akan ilmu-ilmu agama, haus akan kedamaian hati, dan haus akan pencerahan. Karena itu, kelak apabila program kerja ini dapat terealisasi, semoga dapat membantu mereka untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka tersebut.
Pentingnya membangun lembaga pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan non formal yang membawa semangat perubahan menuju perbaikan. Dikatakan penting, karena pesantren secara umum mempunyai nilai lebih, di mana ia merupakan lembaga pendidikan yang mampu menjangkau ilmu-ilmu pengetahuan umum dan keagamaan, serta mampu membuat model masyarakat islami yang mengedepankan keseimbangan ilmu dan amal. ibarat kota kecil yang seluruh kondisi kesehariannya memberikan pendidikan dan kemandirian yang sangat bermanfaat bagi pembangunan sumber daya manusia berilmu sekaligus berakhlakul karimah. Generasi Islam yang sesuai dengan ajaran- ajaran Rasululloh SAW harus senantiasa tercipta, jangan hancurkan masa depan anak-anak kita hanya dengan pergaulan-pergaulan bebas yang jauh dari agama, maka kejadian seperti diatas akan terus terjadi, kita selaku sesama muslim seharusnya menolong mereka yang terjerembab dalam lubang yang kotor untuk bangun dan meneruskan cita-cita bangsa, negara dan agama, dengan memberikan pembinaan melalui pendidikan didalam Pondok Pesantren.
Sangat penting sekali generasi penerus islam, bangsa dan negara yang berkarakter akhlaqul karimah, yang amanah serta berjiwa besar dalam kehidupan sosial bermasyarakat supaya negera dan bangsa ini jauh dari korupsi, jauh dari pelecehan sex, jauh dari perampok jauh darri segala macam yang meresahkan masyrakat bangsa kita Indonesia.
Pendirian pondok pesantren ini sangat membantu guna terciptanya generasi penerus yang berakhlaul karimah sesuai dengan ajaran-ajaran islam. Tentu semua itu tidak lah sangat mudah untuk dijalankan tanpa ada dukungan dari masyarakat dan pemerintah untuk saling bahu membahu membangun pondok pesantren demi menciptakan generasi penerus yang islami, bangsa dan negara yang ber akhlqul karimah, berkarakter dan berjiwa sosial tinggi.
Pondok Pesantren ini Insya Alloh akan didirikan di desa Maos lor, Maos, Cilacap, Jawa Tengah, dengan luas tanah  1,5 hektar yang diwakafkan untuk pendirian Pondok Pesantren Al Muttaqin ini, dan mudah-mudahan dengan izin Alloh SWT akan dapat terselesaikan dengan cepat, dan tidak ada halangan apapun, sesuai dengan pewujudan visi dan misi yang Saya harapkan.
B.   Visi, Misi dan Tujuan
1.    Visi
Membentuk generasi Islami yang tangguh, cerdas, dan berakhlakul karimah, yang mampu meberikan pencerahan dan keberkahan hidup bagi umat manusia di dunia dan akherat” 
2.    Misi
Sebagai sebuah institusi Pendidikan non formal yang akan melahirkan pribadi-pribadi Muslim yang kaffah, berkarakter, serta berjiwa kemandirian, maka misi pondok pesantren yang akan saya bangun inni dituangkan dituangakn dalam bebeberapa misi sebagai berikut :
1.    Mencetak atau Melahirkan generasi penerus bangsa yang islami, nyantri, kretaif, berilmu dan bermoral.
2.    Menanamkan  pondasi islam yang kokoh sesuai dengan ajaran islam yang telah dogariskan oleh Rasulllloh SAW.
3.    Menciptakan benteng bagi masyarakat luas agar senantiasa terhindar dari ajaran-ajaran yang tidak benar, yang hanya akan merusak kerukunan, kedamaian, persatuan dan kesatuan sesama ummat beragama, berbangas dan bernegara.
4.    Membangun Santri Islami nan sholeh yang mampu bersaing secara intelektual guna meraih keberhasilan dalam persaiangan hidup dizaman modern.
3.    Tujuan
a.    Sebagai salah satu program pengabdian kepada masyarakat dalam mengembangkan pendidikan Islam.
b.    Meningkatkan Keimanan dan Wawasan Kepada Masyarakat sekitar.
c.    Merubah karakter manusia menjadi lebih mengedepankan pola-pola islami dalam hidu bermasyarakat.
d.    Mengurangi pengangguran di desa maos lor, kecamatan maos, kabupaten cilacap.
e.    Terciptanya Komunikasi yang efektif didalam berkehidupan bermasyrakat dengan berpedoman Kepada Al-qur’an
C.   Rencana Strategis Pesantren
1.    Membantu meningkatkan Pengetahuan Keagamaan di desa Maos Lor  secara khusus dan masyarakat luas secara umum berdasarkan atas ajaran Islam.
2.    Membangun Pusat Kajian bagi ilmu – ilmu keislaman yang mengedepankan semangat intelektualiisme dan nasionalisme kerakyatan.
3.    Membangun usaha – usaha yang bernilai ekonomi tinggi sebagai bentuk sumbangsih para santri demi mewujudkan masyarakat yang agamis, makmur, baik secara materiil dan spiritual.
4.    Membangun komunitas santri yang berilmu, santun, dan dapat menjadi rahmatan lil ‘aalamin.
5.    Memberikan informasi-informasi keagamaan kepada masyarakat maos dan sekitarnya.
D.   Perekrutan karyawan
1.    S2 PAI dan berpengalaman dalam kepengurusan pondok pesantren untuk bagian Pengasuh Pondok Pesantren
2.    Mengutamakan lulusan pondok pesantren  yang sudah lulus S1  untuk bagian Pengajar dan Ketua Santri
3.    S1 ilmu Komunikasi, khusus untuk bekerja di bagian pengembangan bahasa
4.    Lulusan S1 managemen Akutansi untuk bagian sekretaris dan bendahara
5.    S1 yang berhubungan dengan Sistem Penggalian Dana untuk bagian Dana Usaha
6.    S1 yang berani tantangan dalam bekerja demi kemajuan Pondok Pesantren untuk bisa bekerja di bagian pengembangan ekonomi
7.    SMK untuk bagian Kebersihan
8.    SMK  Yang pernah mengikuti bela diri untuk bagian Keamanan
E.   Hak-hak karyawan
1.    Pengasuh Pondok Pesantren diberikan upah perbulan sebesar Rp. 7.000.000,00
2.    Ketua santri diberikan upah perbulan sebesar  Rp. 5.500.000,00
3.    Sekretaris dan bendahara diberikan upah perbulan sebesar Rp. 5.000.000,00
4.    Bagian Dana Usaha dan Pengembangan ekonomi diberikan Upah perbulan sebesar Rp. 5.000.000,00
5.    Bagian Kesekratiatan dan perpustakan diberikan Upah perbulan sebesar RP. 3.500.000,00
6.    Bagian Keamanan akan diberikan upah sebesar Rp. 3.000.000,00
7.    Bagian sarana dan prasarana diberikan Upah sebesar Rp.3.000.000,00
8.    Bagian Kebersihan akan diberikan upah sebesar Rp. 2.800.000,00
9.    Bagian Pengajar yang tetap akan diberikan upah sebesar Rp. 4.000.000,00
10. Bagian pengajar  yang free line akan dibayar sebesar Rp.250.000,00/mata pelajaran
Untuk semua karyawan akan diberikan tunjangan kesehatan dengan dibuatkan asuransi kesehatan untuk yang sudah berumah tangga dan mempunyai anak maka akan masuk seluruhnya dalam asuransi tersebut dan untuk yang sendiri asuransinya hanya berlaku untuk sendiri. Untuk yang free line tidak mendapatkan asuransi kesehatan tersebut.
Dengan demikian akan sangat membantu para karyawan dikala sakit, dan akan menambah semangat kerja karyawan dalam mengurus pondok pesantren.
Untuk penerimaan santriwan dan santriwati akan dibentuk kepanitian tersendiri yang di ketuai oleh ketua santri untuk mengkoordinir siapa-siapa yang akan menjadi panitia penerimaan santriwan-santriwati tersebut dengan  terus melaporkan perkembangan-perkembangan pondok pesantren kepada Pengasuh Pondok Pesantren dan Pembina Pondok Pesantren.
F.    Program Kegiatan Pondok pesantren
1.    Program pembinaan
2.    Program Pengajian Umum ( Majelis Ta’lim ) untuk masyarakat maos dan sekitarnya.
3.    Program Kajian Kitab – Kitab
4.    Program Kerja Koperasi
5.    Program Penyantunan Yatim Piatu
6.    Program Pendidikan Tahfidzul Qur’an
7.    Program Pendidikan untuk Lansia yang berada di lingkungan sekitar Pondok Pondok pesantren
8.    Program Madrasah Diniyah
Dalam hal ini saya memberikan keringanan bagi santri yang tidak mampu untuk tetap mengikuti pengajaran di dalam Pondok pesantren dengan catatan anak tersebut mau belajar dan benar-benar aktif dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan dan kegiatan-kegiatan lain didalam Pondok pesantren.
Karena dalam prinsip dan niat pendirian Pondok Pesantren ini hanya untuk kemanusiaan yang bercita-cita merubah masyarakat yang lebih berakhlaq dan beraqidah islamiyah, bukan semata untuk mencari keuntungan dunia.
Pertemuan rutin Pelaporan dan keluhan para karyawan dan pengajar Pondok pesantren, akan diadakan setiap minggu untuk kemajuan dan pengembangan Pondok Pesantren, dengan membahas Pengeluaran dan Pemasukan Anggaran Pondok Pesantren. Disini Semua saya ikut sertakan dalam pertemuan rapat demi untuk transparansi kepada semua karyawan saya. Tidak ada yang harus ditutup-tutupi dalam hal anggaran tersebut dan tidak ada jarak diantara satu dan lainya, dengan begitu akan terjalin rasa persaudaraan dan kerjasama yang baik antar divisi, saling membangun, saling mengisi, bahu membahu demi kemajuan pondok pesantren Al-muttaqin ini.
G.   Struktur Organisasi Kepengurusan Pondok Pesantren
Dewan Pembina : bertugas mengawasi jalanya pondok pesantren, memberikan saran – saran yang dibutuhkan berhubungan dengan rencana kerja strategis pondok pesantren.
Ø  Pengasuh Pondok Pesantren, bertugas untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan, mengawasi santri, dan membantu menentukan kurikulum dan pengajar (ustadz), memberikan saran dalam perencanaan yang bersifat strategi dan operasional
Ø  Ketua Santri, bertugas mengorganisir jalannya kepengurusan podok pesantren, melaksanakan yang bersifat operasional, bersama-sama dengan pengurus inti dan pengasuh pondok pesantren menentukan rencana kerja yang bersifat strategis.
Ø  Sekretaris, bertugas membantu ketua santri mengkoordinir dan melaksanakan hal-hal yangv berhubungan dengan administrasi non keuangan, membawahi bagian Kesekretariatan dan Perpustakaan.
Ø  Bendahara, bertugas membantu ketua santri dengan hal-hal yang berhubungan dengan masalah administrasi keuangan pondok pesantren , membawahi bagian dana usaha yang bertugas mencari donatur bagi keperluan da’wah pondok dan juga bagian pengembangan ekonomipondok pesantren.
Ø  Divisi keberisan, bertanggung jawab atas pelaksanaan dan pengawasan kebersihan pondok pesantren, termasuk elemen-elemen yang berada didalam pondok pesantren, melaksanakan amanah-amanah yang dibebankan berkaitan tugas yang diembannya.
Ø  Divisi Ta’lim, bertanggung jawab terhadap seluruh masalah yang berkaitan denganpendidikan, diantaranya memanage biayapendidikan, menentukan pengajar, menjalankan kurikulum yang sudah disepakati, bersama-sama dengan ketua santri dan pengasuh podok pesantren menentukan jadwal akademik atau secara global menjaga kelangsungan proses belajar mengajar pondok pesantren.
Ø  Divisi Ta’mir, mengelola masjid di pondok pesantren, melingkupi kegiatan-kegiatan rutin keagamaan, masalah keuangan masjid, penanganann sarana prasarana mesjid, perawatan dan perbaikan properti masjid di pondok pesantren.
Ø  Divisi keamanan, bertanggung jawab atas keamanan pondok pesantren, mengtur optimalisasi sumber daya yang berkaitan dengan keamanan yang ada di lingkup pondok pesantren.
Ø  Divisi pengembangan bahasa, bertugas auntuk memasyarakatkan, mengawasi, menjalankan kedisiplinan, atas penggunaan bahasa asing (khusus bahasa arab dan inggris), dilingkup pondok pesantren.
Ø  Divisi Sarana dan Prasarana, mengatur, menginventarisir, mengawasi, memperbaiki seluruh sarana dan prasarana di pondok pesantren, memanage sumber daya sub divisinya.
Ø  Divisi Da’wah Ummat, bertugas mengoptimalkan seluruh sumber daya pondok pesentren bagi kebutuhan ummat, dimana salah satu tujuannya membantu ummat islam untuk mengenal kembali pola hidup dan pemikiran islam.



PENYABAR, DAN APA ADANYA