Rabu, 11 Juni 2014

KESABARAN dan KETEGASAN TERCIPTA NYAMAN AMAN SAMPAI TUJUAN.


"Saat itu saya pulang dari kantor dengan mengendarai motor, dipertigaan lampu merah terlihat macet dari arah sebelah kanan terus menerobos masuk walaupunlampu menandakan merah yang tandanya stop atau berhenti, dan saat itu jalur yang saya lewati hijau dan harus berjalan bunyi klakson bersautan dengan irama amarah yang luar biasa dengan diringi teriakan dari dalam mobil maupun para kendaraan bermotor. tidak lama kemudian polisi datang menertibkan yang dari arah kirih untuk berhenti bergantian dari jalur yang saya lewati ternyata baru kurang lebih satu menit kami distop untuk giliran jalur yang lain berjalan, padahal lampu masih nyala walaupun beberapa detik dan kebetulan saya masih mengantri di jalur tersebut tidak kebagian lampu hijaunya beberapa kendaraan bermotor yang satu jalur sama saya marah-marah dan sengaja motornya diparkirkan di tengah-tengah lampu merah untuk bersiap-siap menyebrang ke kanan. ternyata sama polisi ditegur untuk jalan lurus dan pengendara tersebut lantas memarahi polisi tapi saya tidak tahu perkataan yang keluar dari molot si pengendara hanya melihat dari tanda-tanda fisik yang menandakan dia memarahi polisi tersebut, lantas polisi tidak terima dimarahi maka polisipun balik memarahi dan jari telunjuknya sambil diarahkan ke muka pengendara motor itu, polisi lantas mengambil kunci motor yang kendaraan masih nyala dengan  reflek pengendara motor merebut kunci tersebut. lalu kemudian datang teman polisi untuk membantu rekannya tetapi keburu lampu sudah menyala hijau dan pengendara motor tersebut langsung tancap gas dan kabur"
Dalam bisa kita artikan didalam peristiwa tersebut dan siapa yang pantas kita salahkan, polisi sudah tidak lagi ditakuti bahkan secara kasarnya polisi sudah tidak dihormati lagi, nyata nya sekarang ini pengendara motor sudah tidak lagi mematuhi lampu lalu lintas. karena ingin  buru-buru sampai rumah atau sampai tujuannya tidak perduli dengan peraturan lalulintas yang ada, sekaligus ada polisi lalu lintas ditempat itu sudah tidak di perdulikan yang penting sampai tujuan cepat dan tepat waktu tidak perduli dengan pengendara motor atau pengguna jalan yang lain. sesama motor pun saling panas apabila didahului dengan gas yang berisik maka akan saling ngegas dan terjadilah seperti balapan saling mepet, masyarakat sudah tidak lagi mengikuti peraturan lalulintas yang ada. polisi menang jika ada razia gabungan itupun terkadang masih ada saja yang berani melawan dan ngotot dengan membela dirinya (pengendara motor).
siapa yang harus disalahkan pengendara motor yang selalu terburu buru dan melanggar peraturan lalulintas atau kurangnya ketegasan polisi dalam menindak pelanggaran lalulintas tersebut.
Pengendara dengan berambisi ingin cepat sampai tujuannya dengan emosi yang mengebu-gebu maka saling kebut-kebutan yang akan berakibat fatal bagi pengendara yang biasa-biasa saja dan itu selalu dibiarkan saja oleh polis lalu lintas tidak ditindak tegas, karena pada dasarnya pengendara apabila ditilang selalu ada yang bilang " biarin ditilang ntar paman gw yang ambil, paman gw kan polisi, atau saudara gw yang lain yang polisi juga atau teman yang menjadi polisi"
Disini letak kesemena-menaan sang pengendara yang dengan gagahnya mempunyai saudara atau rekan polisi yang berpengaruh di kepolisian yang dengan mudahnya mengambil surat-surat yang ditilangnya, lain lagi kalau oknum polisi itu ceritanya " kamu melanggar peraturan ini dan harus membayar sekian atau ditilang?" karena terburu-buru ada urusan penting maka dengan terpaksa dikeluarkan lah uang untuk membayar pelanggaran tersebut dengan rasa kesel dan gregetan, bisa dibilang emosi. karena harus membayar uang yang sebenarnya tidak harus mengeluarkan uang tersebut kalau seperti diatas mempunyai relasi atau saudara di kepolisian. beragam cerita didalam pengguna jalan mengenai peraturan-peraturan lalulintas. ada juga pengendar yang akan ditilang bilang " dah nih pak, maaf saya lagi buru-buru sambil menyelipkan uang ketangan sang oknum polisi. sudah menjadi rahasia umum hal-hal seperti itu, tetapi sangat disayangkan bagi mereka yang benar-benar mematuhi lalulintas tetapi karena kurangnya surat ijin mengemudinya atau surat-surat komplit tapi spion sebelah kosong itu yang dirugikan, dan polisi yang benar-benar menjalankan pekerjaannya dengan baik ikut tercoreng dengan peristiwa-peristiwa tersebut.
kapankah semua itu hilang,? tergantung bagaimana ketegasan polisi bertindak dilapangan dan tidak ada lagi aknum yang mempermudah pengambilan surat-surat tilang tersebut. dengan ketegasan yang benar-benar tegas menjalankan sesuai dengan peraturan yang ada maka pengendara motor perlahan akan takut dan menghormati polisi serta akan mengikuti peraturan-peraturan lalu lintas yang ada.
sebagai pengendara motor juga harus merubah diri dari sikap terburu-buru dan berambisi ingin sampai rumah atau tujuan tetapi merugikan pengendara yang lain, mulailah berjalan dengan nyaman damai sesuai dengan aturan-aturan lalu lintas. dengan saling menyadari, merubah tindakan - tindakan yang ber efek merugikan orang   lain maka akan tercipta damai di perjalanan aman nyaman sampai tujuan.
"MARI BUDAYAKAN KEMBALI MENGIKUTI RAMBU-RAMBU LALULINTAS DENGAN BAIK TIDAK DENGAN EGOIS"




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENYABAR, DAN APA ADANYA