Selasa, 15 April 2014

mengapa . . .?

MENGAPA........?

Waktu berjalan seakan singkat, baru kemaren berasa aku duduk di bangku sekolah, sekarang aku sudah menjadi seorang ayah yang harus menafkahi keluarga walaupun dengan pengalaman dan latar belakang tidak ada keahlian, tapi AKU  berusaha semampu kaki dan tangan bekerja, panasnya terik matahari tak terasa sengatannya dibandingkan tangisan anak yang sedang menangis kelaparan.

Beginikah nasib seoarang ayah yang tak mampu membahagiakan anak, tak mampu membahagiakan keluarga, mengapa kehidupan tak kunjung berubah dari aku kecil hingga aku mempunya anak kecil tak ada perubahan yang membahagiakan.

Orang bilang harus terus berusaha, terus berdoa.. tapi apa faktanya ujian-demii ujian selalu datang, kesabaran, keihlasan seakan menjadi kebal dalam sendi2 ini, sungguh rasa ini lelah lelah sekali, tak guna meratap, tak guna bersedih, dan tak guna mengeluh.. hanya terima dengan ikhlas sampai sang Pencipta merubahkan suatu nasib hambanya..

Rasa iri terkadang datang, hati seakan berontak, " kenapa-kenapa aku dilahirkan dalam keadaan miskin, kenapa aku tak seperti dia, orang kaya yang semua serba ada, nasib nasib"
sekolah berantakan karena biaya, sekolah berantakan karena malu, sekarang tinggal imbas imbas dari masa lalu, karena tidak punya ijasah, kerjapun susah, dimana-mana ijasah... ijasah ........ ijasah yang ditanyakan untuk pekerjaan, apakah aku tidak bisa mengerjakan seperti mereka yang hanya memegang pulpen, laptop, atau apapun yang kerja tidak kepanasan dan kehujanan, sungguh miris miris sekali dengan kenyataan ini... aku bisa seperti kalian aku bisa tapi kalian tak memberikan aku kesempatan .

Kalian hanya mementingkan ijasah ijasah yang semua bisa dibeli dengan uang.... andai aku bisa diberi kesempatan seperti kalian, mungkin aku tak seperti ini, terkoyak bathin karena miskin, terkoyak hati karena iri... 
Saat ini, saat yang aku tunggu di mana kalian memberikan aku kesempatan seperti kalian yang kalian kerjakan, seperti yang kalian rasakan, kerja dengan suasana sejuk, baju bersih necis, keliatan gagah... berwibawa...

tapi apa faktanya tidak ada satupun yang perduli dengan orang miskin, tidak ada yang peduli dengan rakyat miskin, rakyat miskin hanya ada dalam program pemerintah saling berlomba-lomba membuat proyek mensejahterakan rakyat miskin memakmuran rakyat miskin, semua bagus hanya dalam pena bukan dalam fakta. yang miskin akan tetap miskin walaupun banyak lembaga membuat program kemiskinan, hanya untuk pekerjaan semata diatas meja.,

aku hanya bisa pasrah berdoa berusaha dengan kekuatan yang ada... semoga keluarga yang aku cintai memahami dan mengerti akan kesulitan ku untuk membahagiakan dan mencukupi kebutuhannya.

semoga para pejabat terbuka matanya untuk menerima pegawai bukan memandang dari ijsah tinggi, dan dalam membuat program mengangkat kaum miskin menjadi sejahtera benar-benar terjadi merata seluruh rakyat indonesia, bukan hanya pilih kasih yang dekat dan masih ada hubungan saudara saja... amin ya roball 'alamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENYABAR, DAN APA ADANYA