BAB II
PENGALAMAN
HIDUP
Saya ingat betul kehidupan saya semasa saya
kecil, sejak mengenal teman dan permainan anak-anak, mungkin sekitar umur 5(empat)tahun sampai 5(lima) tahun saya sudah mengerti soal kesusahan dalam
hidup, sebab apa waktu itu setiap hari saya kelaparan makan sehari 1(satu) kali
itu pun sore hari saat bapak saya pulang dari jualan bubur kacang hijau dan
sangat menyakitkan sekali, saat saya meminta uang buat jajan dan ayah saya
malah marah lalu uang itu dilemparkan ke saya dan mengenai jidat saya dan
berbekas hinga sekarang, karena waktu itu teman-temanku membeli jajan dan saya
menginginkan juga jadi saya meminta yang kebetulan saat itu bapak pulang dari
jualan bubur jadi saya meminta nya saya tidak menyangka kalau bapak saya akan
se marah itu, saya hanya bisa melihat dan menangisi nasib, kenapa saya hidup
ditempat dimana yang serba kekurangan?.rasa hati ingin sekali seperti
teman-teman itu tapi apalah daya sekali-kalinya
minta uang buat jajan bapak marah seperti itu, saya tidak marah kepada orang
tua ku justru saya berpikir kenapa saya minta uang jajan malah bapak ku marah seperti
itu, saya berpikir orang tua kesusahan
untuk mencari uang untuk makan buat sehari saja susah apalagi buat beli mainan atau
jajan saya atau adik dan kakak saya. Jadi saya hanya bisa mengikuti kata orang
tua, mereka sebenarnya ingin sekali membahagiakan anak-anaknya tetapi
keadaanlah yang tidak mendukung untuk itu,mereka hanya bisa membuatkan mainan
yang bisa dibuat dengan tangannya seperti pedang-pedangan, mobil-mobilan, serta
pistol-pistolan dan masih banyak yang lainnya yang semuanya itu terbuat dari
kayu atau pelepah pisang.
Menurutku yang sangat menyedihkan waktu itu
adalah waktu saya pertama duduk dibangku kelas 1SD saya harus memakai seragam
bekas yang telah usang hatiku begitu sedih tapi gimana lagi saya melihat orang
tua hidup buat makan aja susah apalagi buat beli baju seragam sekolah, saya pun
tetap semangat menjalankan proses pembelajaran disekolah,walau kadang tidak
percaya diri melihat teman teman memakai baju dan sepatu serta tas baru saya
hanya bisa menangis bathin dengan keadaan yang seperti ini.
Tetapi saya sangat bersyukur sekali waktu itu
adalah teman-teman saya tidak menjauhi saya tapi malah semuanya dekat denganku,
terkadang saya berangkat sekolah saya ke rumah teman saya supaya berangkat
bersama-sama, dan disitu sama mamanya teman saya saya dikasih makan dikasih uang
jajan sebenarnya saya malu tapi bagaimana lagi daripada perut kosong saya
menerimanya dan saya disuruh setiap mau berangkat sekolah mampir kerumahnya
untuk sarapan bersamanya, saya sangat senang dan saya sudah dianggapnya seperti
anaknya sendiri, kalau saya memakai baju robek sama mamanya disuruh dibuka dan
dijahitlah sama mamanya sambil menunggu dijahit mamanya saya disuruh sarapan
pagi saya senang sekali saat itu,jarang sekali ada orang seperti itu, saya
tidak pernah melupakan kebaikannya pada saya, sampai saya lulus SD saya masih
sering main ketempat mama angkatku karena beliau sudah menganggap saya seperti
anaknya sendiri.
Setiap hari saya selalu bangun sebelum adzan
subuh berkumandang untuk mandi kemudian membantu orang tua sebelum berangkat
sekolah dengan berjualan keliling memasarkan combro dan ondol serta gorengan
serta lontong yang mayoritas masyarakat tempat saya tinggal sarapan paginya
seperti itu , setelah selesai berjualan baru saya berangkat sekolah, karena
jauh saya sering lari tsayat keburu jam belajar di mulai, waktu saya sekolah SD
saya tidak memakai sepatu karena tidak mampu beli sering saya dimarahi bu guru
dan saya ceritakan apa adanya.
Setelah pulang sekolah pun terkadang belum bisa
makan nasi karena belum ada yang bisa di masak harus menunggu bapak saya pulang
dari jualan bubur baru bisa masak nasi,teman-teman mengajak main pun saya tidak
bisa ikut karena perut lapar sungguh saat itu saya ingin menangis memangil
orang untuk membantu tapi mulut saya terkunci karena malu dan tidak enak hati
melihat orang tua bingung hanya memikirkan bagamana bisa menghidupi 7(tujuh)anaknya yang masih kecil-kecil.
Siang itu saya berjalan kerumah tetangga yang
sudah saya anggap sebagai keluarga saya sendiri dan mereka menawarkan saya
berjualan seperti yang setiap pagi saya jual karena disitu lebih banyak untungnya
dan tidak enak hati karena kalau saya belum makan disuruhnya makan disitu maka saya
menyanggupinya berjualan dan saya bilang ke tempat yang biasa saya ambil
daganganya bahwa saya sudah tidak mau berjualan lagi.
Kehidupan itu pun saya jalani terus menerus sampai
saya naik kelas 6 (enam)SD, hasil jualan selalu saya berikan kepada ibu ku dan
menyisihkan buat jajan sendiri, hal yang paling menyedihkan terjadi disaat saya
lulus SD saat pengambilan raport dan ijasah SD, saya dipanggil untuk kekantor
ke ruangan Ibu kepala sekolah dan Bapak Wali Kelas, disitu saya ditanya tentang
pembayaran SPP yang belum saya lunasi bahkan belum samasekali terbayar dari
saya kelas 3(tiga) sampai lulusan, saya menjawab dengan menangis karena saya takut
dimarahi oleh ibu dan bapak guru ”ibu bapak gimana saya mau bayar sekolah buat
makan sehari sekali saja orang tua saya susah bu pa” lalu ibu kepala sekolah
pun berkata sambil mengusap rambutku “ iya jum tidak apa-apa biar saya yang
membayar biaya itu lalu kenapa orang tua kamu tidak bin surat tidak mampu saja
supaya beban sekolah kamu lebih ringan dan habis terima ijasah ini kamu mau
sekolah dimana?” saya pun menjawab masih dengan menangis “orangtua saya tidak
mampu bu, saya tidak tahu bagaimana saya mau sekolah bu? Di SD saja orangtua
saya tidak sanggup membayar apalagi saya harus masuk SMP yang biayanya pasti
lebih besar saya mau bantu orang tua dengan ikut perahu menggali pasir bu” Ibu kepala sekolah ikut meneteskan air mata
dan memeluk saya serta berkata” jum kamu itu mulia sekali tapi sayang kamu masih kecil butuh
banyak belajar apalagi dengan nilai mu yang masuk lima besar sayang kalau kamu tidak
melanjutkan sekolah” saya jawab “ gimana lagi bu,? Saya sudah pasrah dengan
nasib yang seperti ini bu, dari saya masuk bapak ibu tahu saya tidak pernah
pakai sepatu dan baju yang baru,yang saya pakai selalu itu-itu saja dan pada
istirahat saya tidak pernah ikut jajan seperti teman-teman jadi seperti itulah
nasib saya bu dan ibu guru juga sering memarahi saya karena sekolah tidak memakai
sepatu, bagaimana saya mau melanjutkan sekolah, saya malu bu sama teman teman”
lalu ibu kepala sekolah berkata “ kamu tidak boleh menyerah begitu aja kamu
bisa melanjutkan disekolah swasta di mukhamadiyah biar saya yang membayar semua
biaya nya yang penting kamu rajin dan giat belajar” saya langsung berkata “
terimakasih bu, tapi saya mau bilang orang tua saya dulu boleh tidak saya
meneruskan sekolah” Lalu mereka menyerahkan ijasah serta raport sekolah saya
lalu saya berpamitan pada ibu kepala sekolah dan bapak wali kelas, ibu kepala
sekolah berpesan “ jum kamu secepatnya mendaftar di smp yang ibu kasih tahu ya?
Entar ibu bantu sekolah kamu yang penting kamu rajin belajar dalam sekolah ya?”
saya berkata “ iya bu, terimakasih, saya akan segera mendaftar setelah dapat
ijin dari orang tua bu”” kata ku sambil mencium tanganya untuk berpamitan.
Sampai dirumah saya sampaikan apa kata ibu guru
ke ibu ku yang baru saja pulang dari pasar sehabis jualan baju-baju bekas
dipasar, ibu ku menyerahkan semuanya pada ku karena saya yang menjalaninya ibu
pasrah karena ibu saya tidak bisa membantu membiayai sekolah jadi semua
diserahkan kesaya untuk memutuskannya, sorenya bapak pulanng dari berjualan
bubur setelah bapak sudah santai sayapun langsung meminta pendapat bapak tentang
sekolah itu, bapakku pun sma endapatnya sama ibu ku tinggal satu oang lagi yang
belum saya mintai pendapat yaitu kakak saya yang ikut orang demi melanjutkan
sekolah yang kebetulan kakak saya sekolah di smp mukhammadiyah tersebut, sama
kakak saya dilarang skolah situ, saya disarankan sekolah di sekolah negeri
saja, yaitu di SMP NEGERI III MAOS dan kakak saya berjanji akan membantu biaya
sekolah saya maka saya menyanggupi keputusan kakak saya.dan hari berikutnya saya
mendaftarkan diri ke sekolah Negeri tersebut dan saya diterima disekolah itu.
Hari-hari berikutnya saya terus belajar sepulang
sekolah saya membantu orang tua mencari uang dengan ngetem dipinggir kali jadi
tukang bongkar muat pasir kalau ada truck masuk yang tidak membawa kuli saya
langsung menghampiri untuk memuat pasir ke truck tersebut dengan itu saya bisa
meringankan beban orang tua,.
Ingin sekali saya seperti teman-teman bermain
riang tanpa beban ,sedangkan saya harus membantu orang tua, tapi saya ikhlas
karena kalau saya tidak membantu mencari uang saya harus menahan lapar karena
belum tentu saya bisa makan sampai siang hari, sepulang sekolahpun kadang saya
belum bisa menikmati makan siang karena orang tua saya belum pulang dari jualan
bubur, tiap hari hanya ada keluhan didalam bathin saya” kenapa saya harus hidup
seperti ini hidup dalam kemiskinan setiap hari harus menahan lapar dan saya tidak bisa meikmati hidup layaknya
teman-teman yang lain bermain dengan mainan bagus dengan perut kenyang kapan penderitaan ini
akan berakhir“ tetapi saya tetap menghilangkan
pikiran itu dengan mendekatkan diri kepada Sang Kholiq ( Maha Pencipta ), Didalam kehidupan
saat itu
orang tua saya belum mengenal yang namanya sholat, karena
orang tua saya menganut kepercayaan yaitu kejawen.
Saya mulai mengerti dan memahami sholat dan bisa membaca al-quran, karena ajakan
teman-teman untuk mengaji bersamanya walaupun jauh saya tetap belajar mengaji,
banyak sekali yang saya dapat dalam belajar mengaji selama kurang lebih 3
(tiga)tahun saya belajar dan dapat pengetahuan tetntang agama walaupun hanya
sedikit saja.
saya mengenal yang namanya tujuan hidup dan
hakekat hidup di dunia dari situlah saya
mencoba mengadu berdoa dengan kesungguhan hati kepada Alloh SWT Segala
perasaan saya alami di kehidupan saat itu dan saya berdoa padanya
untuk perubahan hidup ku, kelak di masa yang akan datang. Agar kelak saya
berrumah
tangga, anak-anak saya tidak
kelaparan seperti saya dan tidak ketinggalan ilmu seperti saya.
Setiap malam saya bersimpuh mengadu
dan berdoa
kepada Alloh SWT tentang kehidupan yang
saya alami ,”YA ALLOH YANG MAHA
PENGASIH KENAPA ENKAU BERIKAN KEPADA HAMBAMU YANG LEMAH INI KEHIDUPAN YANG
PENUH PENDERITAAN YANG PENUH KEKURANG, YA ALLOH YANG MAHA PENYAYANG BERIKAN
HAMBA KEMUDAHAN DALAM MENCAPAI IMPIAN AGAR HAMBA BISA MEMBAHAGIAKAN ORANGTUA
DAN TIDAK MELIHAT ORANGTUA SAYA SEDIH DAN SAYA TAK SANGGUP YA ALLOH KALAU HAMBA
MELIHATNYA ,YA ALLOH YANG MAHA PENCIPTA ENKAU TELAH MENCIPTAKAN HAMBA DENGANG
PERANTARA ORANG TUA HAMBA YANG SERBA KEKURANGAN MAKA CIPTAKAN LAH HAMBA SEBUAH
KEHIDUPAN YANG PENUH KASIH SAYANG KEBAHAGIAN DAN SERBA KECUKUPAN,HAMBA MENGADU
PADAMU HANYA PADAMU KARENA ENGKAULAH YANG MAHA BIJAKSAN DAN MAHA MELIHAT, YA
ALLOH TIADA YANG PANTAS SAYA SEMBAH DAN MOHON PERTOLONGAN, SELAIN ENGKAU YA
ALLOH, YA ALLOH KABULKANLAH DOA HAMBA…….. AMIN”
Dari situlah saya terus berdoa dengan sabar dan
berusaha tanpa putus asa walau kadang hati ini menyerah dengan kehidupan yang seperti ini tapi karena iman yang membuat saya kuat, bertahan dengan
kehidupan yang serba kekurangan dan kesusahan.
Memang adakalanya kita sedih dan ada kalanya kita
senang itulah kehidupan tapi apa yang terjadi kita belum tentu menerima dan mensyukuri apa yang ada
dihadapkan kita walaupun itu pahit sekalipun pun, seperti yang pernah terjadi
dan pada saat saya mau semester genap di kelas 8 (delapan)/SMP kelas 2(dua)
saya dipanggil guru wali kelas ku untuk menghadap di ruangan nya dan ditanya
tentang pembayaran buku-buku yang semua pelajaran belum satu pun saya bayar
karena saya belum bisa membayarnya saya bingung dari mana saya dapat membayar
semua lalu saya pun terus terang sama Ibu guru wali kelas kalau saya tak mampu
membayarnya kalau seandanya saya dikeluarkan saya ikhlas dan siap dikeluarkan
kapanpun.walau hancur harapan dan cita-cita tak apa daripada saya harus malu sama
teman-teman karena ketidak mampuanku .
Hari selanjutnya saya memutuskan untuk tidak
masuk sekolah dan berhenti sekolah akan membantu orang tua walau mestinya harus
sekolah, saya sudah siap mendengarkan apa kata orang yang penting niat ini baik
saya membantu orang tua ikhlas dan akan saya terima apa adanya hidup ini dengan
lapang dada apapun yang terjadi nanti. Kebesran Alloh datang yaitu dengan beberapa
teman-teman saya datang menjenguk saya dikira saya sakit lalu saya ceritakan
apa adanya ke teman-teman saya walau sedikit ada rasa malu saya cerita kenapa saya
tidak masuk sekolah dan memutuskan berhenti sekolah mereka mau membantu saya
dalam pembiayan buku-buku sekolah kalau sayamau sekolah lagi ,akhirnya teman-teman
pulang dan esoknya temanteman saya
mengadu ke guru wali kelas, dan 3hari kemudian guru datang kerumah dan
kebetulan saya tidak ada dirumah sedang ikut truck pemuat pasir, dan sorenya
saya diberi tahu bapak saya kalau tadi siang ibu guru dan kepala sekolah datang
dan saya disuruh sekolah lagi,saya tidak tahu harus gimana lagi akhirnya saya
terima dengan sangat senang sekali.
Pagi hari saya datang kesekolah dan mengahadap
Pak Kepala sekolah untuk memastikan bahwa saya benar disuruh sekolah lagi,
akhirnya saya ketemu dengan pak kepala sekolah dan saya menanyakan walau ada
rasa tsayat dan maluuntuk bertemu saya brankan diri untuk menemuinya dan
memberitahukan sebenarnya keadaan saya apa adanya, kepala sekolah berjanji saya
sekolah tanpa biaya apapun dan tak ada pungutan apapun, saya senang sekali dan
berkali-kali saya ucapkan terimakasih kepada bapak kepala sekolah.
Hari-hari berikutnya saya sekolah dan tetap
membantu orang tua sepulang sekolah dengan memuat pasir ke truck kalau ada
truck datang, dan aktifitas itu berjalan setiap hari, seiring berjalannya waktu
saya lulus sekolah dan tidak melanjutkan lagi karena sma biayanya begitu besar
jadi sampai smp saja saya sekolah karena factor biaya.
Selesai lulus saya kerja sebagai kuli pasir dan saya mulai bergaul dengan teman-teman yang
tidak jelas cara bergaulnya akhirnya saya mengenal yang namanya rokok minuman
keras dan narkotika dan yang lainnya, tapi saya tetap menghormati orang tua
walau saya suka minum atau pun ngeroko orang tua tidak tahu, penghasilannya tidak
seperti dulu sekarang saya sisihkan buat beli rokok dan kadang beli minuman
keras, karena saya pikir saya juga butuh kesenangan dan hiburan jadi saya
sisihkan sedikit kan tidak ada salahnya yang penting saya masih tetap
memberikan ke orang tua walau tidak seperti dulu.sebenarnya dalam hati
berperang antar terjun dan tidak tapi ego masih memihak kepada setan jadi
akhirnya terjerumuslah saya kedalamnya, tapi saya tidak seperti yang lain
mereka meminta uang kepada orang tua buat beli rokok dan yang lainnya sedangkan
saya harus mencari sendiri karena saya tidak mau orang tua saya sedih karena
tingkah lsaya ku yang seperti itu.
Ada rasa sedih dalam diri kenapa saya jadi
seperti ini, jauh dari ajaran Islam,
sudah tidak pernah sholat, sudah melupakan apa yang dilarang dan diperintahkan
oleh agama Alloh SWT, dalam hati berkata “ ya Alloh yang maha segalanya ampuni
lah dosa ku yang telah lama menjauh dariMU, ya Alloh yang maha pengasih kuatkan
lah hati ku agar saya selalu berjalan di jalan MU” tapi karena setan dalam
diriku lebih kuat maka saya sering terperosok jauh dari jalan Alloh SWT.
Disinilah awalnya saya menjadi lelaki jantan
yang kurang ajar yang mungkin kata orang itu preman dan dimana ada hiburan
dangdutan atau tontonan sejenis wayang atau apapun pasti saya ada disitu dan mabuk ikut joged-joged dan disitulah akhirnya
saya dikenal satu kecamatan dan mungkin seperempat kabupaten cilacap setiap
pemuda yang gaul atau tidak jelas (brutal) pasti tahu dan kenal saya,sampai
saya terjerumus didalam kubangan hitam yang penuh dengan butiran dosa demi
mencapai kesenangan sendiri, saya mencari yang tidak diperbolehkan oleh agama
dan masyarakat maupun pemerintahan.
Hari hari saya lalui dengan kesenangan yang
menyesatkan dan bertentangan dengan hati tapi saya tidak bisa mengendalikan diri
dari setan setan yang bergelayut dalam tubuh ini jadi dimanapun ada tawuran setan
didalam diriku langsung panas dan seakan-akan gatal tangan ini untuk ikut
terjun tawuran antar genk, dan saya
selalu diajak dengan di cekokin minuman keras dulu tapi tidak tau kenapa saya
merasa senang sekali dan bersemangat untuk melsayakannya walau resikonya berat
sekali pasti ada korban, dari yang luka ringan maupun berat selesai tawuran
kita pun di beri minuman lagi agar tak terasa sakit badan tapi benar juga badan
yang tadinya terasa sakit habis tawuran jadi hilang dan segar kembali saya ga tahu itu karena
factor usia yang masih muda atau karena apa saya ga tahu dan yang saya herankan
kenapa yang lain teman2 ku sebagian luka luka saya ga sama sekali ga ada yang
lecet sama sekali walau tawurannya dengan balok dan batu dan yang ngeri ada
yang bawa samurai, tapi saya biasa aja, saya teringat waktu smp itu saya ngaji
dan ditempat ngaji itu saya dikasih 2(dua)telor yang satu buat dimakan dan yang
satu buat luluran katanya buat kekebalan asalkan tidak melanggar pantangan
yaitu 5(lima) M (maling madat mojok mabuk dan satunya lagi saya lupa maklum
sudah lama) dan saya ngerasa saya sudah melanggar pantangan itu dan mengapa saya
masih ga mempan dengan pukulan tangan maupun balok, maaf bukannya sombong tapi
kebukti di lapangan tawuran dan teman2 juga heran ngeliat saya ga ada yang luka
padahal sudah kena pukul balok dan lain sebagainya,disini saya tak bisa berkata
tentang kekuasaan alloh SWT pada saat itu emang saya ngerasa diri ini sudah
sombong dan sesat sekali.
Suatu hari ada saudara mengajak saya untuk merantau
ke Jakarta untuk bekerja di sebuah pabrik toples plastik dan saya langsung menerima
pekerjaan itu, hari berikutnya kami pergi menuju Jakarta yang tidak pernah sama
sekali saya menginjaknya dan itu yang pertama kali, singkat cerita saya sampai
dijakarta dan paginya saya disuruh langsung bekerja bergabung sama teman teman,
mereka ada yang dari jawa barat dan jawa timur sebagian lagi dari daerah saya,
ternyata di tempat kerja di sift , 2sift, mereka yang ngerasa senior kalau ada
karyawan baru selalu saja dikerjain dan saya juga kerjaan dari mereka dan saya
merasa serasa tidak terima saya ngomong ke teman teman saya yang senior juga kenapa
mereka begitu, saya waktu itu sebenarnya mau ngajakin teman-teman agar kita
ketemu mereka diluar dan selesaikan dengan jantan, tapi teman-teman saya
menolak dengan alasan belum waktunya mereka juga lagi menunggu waktu yang tepat
buat bertemu mereka.
Hari itu sabtu dan kami pulang kerja sore karena
malam mingguan, maklum anak muda dan teman saya yang dari pemalang mengajak saya
jalan ketempat teman wanitanya dan saya mengikuti saja,dan kebetulan kesitu
pacarnya teman saya bawa temannya juga dan saya jadi ditemani nya kami
berkenalan sebenarnya saya tidak srek dengan dia tapi mau gimana lagi dari pada saya bengong kaya sapi
ompong menunggu teman saya yang lagi mesra banget kaya perangko lengket terus
dan membuat saya ngiri, jam 9 malam kami pamitan pulang karena bagiku itu sudah
malam banget kata orang kalau bertamu kerumah orang itu harus tahu waktu, akhirnya kami berdua pulang dan
dijalan kami ngobrol dan saya melihat
6orang sunda sedang minum minuman keras diwarung jamu, mereka melihat ke arah teman
saya dan mereka menghampiri ke tempat saya berjalan,mereka berkata-kata kasar
dan seakan mengajak kami berkelahi,karena teman saya tidak terima dengan
perkatanya akhirnya perkelahian terjadi, sebenarnya saya takut , tapi saya
yakin Alloh SWT membantu orang-orang yang benar jadi saya beranikan diri membantu.
Perkelahian itu terjadi begitu lama dan akhirnya
salah satu dari mereka mengeluarkan pisau dari kantongnya, saya terkejut dan takut
akan ada korban, akhirnya apa yang saya takut kan terjadi orang yang membawa
pisau langsung menghujamkan kearah teman saya dan dia bisa menangkis lalu berbalik
pisau itu menusuk dirinya sendiri lalu saya menarik teman saya untuk lari
karena takut dia mati bila diteruskan karena darahnya sudah keluar banyak
sekali,
Esok harinya kami dicari teman-teman sepabrik
karena semalaman kami tidak pulang ke mess, karena kami takut urusan semalam
menjadi uruasan polisi, jadi kami kabur 1(satu) minggu tidak kerja tidur
dirumah teman sekampung,akhirnya saya dikeluarkan dan pulang kampung, emang.
Akhirnya aku pulang dengan tangan kosong tidak ada hasil yang saya dapatkan,
sebuah pelajaran bagi saya untuk lebih bersabar dalam menjalani ujian-ujian
yang kita terima.
Beberapa minggu kemudian saya berangkat
kejakarta lagi, kali ini saya berangkat sendiri tanpa tujuan yang jelas, saya
harus keliling Jakarta untuk mencari lowongan kerja, dan saya tidak punya
tempat tinggal hanya masjid yang buat tempat persinggahan tidur dikala malam
tiba, akhirnya saya dapat pekerjaan di sebuah konfeksi besar didaerah Jakarta
pusat, saya mengucapkan syukur kepada Alloh SWT karena apa yang telah saya
terima ini menurut saya begitu keberkahan yang sangat besar, karena kesabaran
pasti berbuah kebahagiaan.
Kenapa kehidupan ini begitu berat untuk
menjalani yang benar-benar baik, sewajarnya layaknya manusia beriman, begitu
banyak godaan yang datang silih berganti, dimanapun kita kerja pasti ada yang
tidak suka di belakang maupun didepan kita,bagaimanapun harus terima dan pasrah
kepada Alloh SWT yang semuanya itu adalah ujian-NYa ,karena banyak sekali teman
yang suka mabuk-mabukan akhirnya saya terbawa dan hidup bergelimang dosa lagi
mabuk-mabuka dan main judi sehabis menerima gaji hasil kerja satu minggu karena
sudah terpojok dengan keadaan yang sangat sulit untuk di tinggalkan, tidak
dijakarta tidak dikampung semua teman-teman sama suka yang namanya
mabuk-mabukan dan main judi suram dan suram bagaimana saya bisa menjadi anak
yang berbakti ke orang tua seluruhnya kalau setiap hari saya seperti ini, disini
saya hanya bisa melamuni nasib yang menimpa pada saya. Akhirnya saya berpikir bagaimana
saya menjauhi semua itu pasti perlu pengorbanan yang besar untuk menjauhi
kemaksiatan itu, pelan-pelan saya sampaikan ke teman-teman pemabuk saya tentang
keinginan saya menjauhi itu karena takut sama yang Maha mengetahui dan takut
kepada kedua orang tua saya, mereka tidak keberatan dengan niat baik saya, tapi
ada sedikit perubahan dari teman-teman saya mereka sedikit menjauhi saya, tapi
tidak apa-apa yang penting saya tidak terjerumus lebih dalam dengan dosa.
Kemudian cobaan mulai datang dengan hadirnya
wanita yang mungkin menurut saya cantik putih
seksi dan menurut saya sempurna, tapi
sayang dia orang sunda (jawa barat ) yang kata orang tua
sunda dan jawa tidak boleh berpacaran makanya saya anggap dia
sebagai teman kerja biasa tidak ada perasaan apapun, waktu itu ada kerja lembur
karena barang pagi-pagi harus sudah dikirim dan saya tahu kerja itu akan butuh
tenaga saya langsung beli minuman jamu biar kuat dalam kerja lembur, langsung saya
minum diwarung jamu itu takut kalau dibawa ke tempat kerja di marahin sama bos
besar,kami bekerja selesai sampai jam 3(tiga)pagi, akhirnya mereka semua tidur
dikantor dan kebetulan dia tidak kebagian tempat tidur, lalu dia minta tolong untuk
carikan tempat untuk istirahat , akhirnya saya bawakan tikar untuk dia tidur di
ruang tukang
jahit
karena para penjahit sudah pada pulang dan disitu sudah tidak ada orang satu pun disitu ,
dia setuju asalkan ditemani, akhirnya karena saya tidak tega dia
ketakutan saya temani dia tidur ditempat itu. Ada suatu rasa yang berbeda saat
itu saat dia tidur di pangkuan saya, tetapi saya tepis rasa itu karena saya
tidak mau terjadi sesuatu yang buat rasa bersalah dan berdosa, dan saya
ingatkan juga kepadanya dan dia mengerti yang akhirnya dia tertidur pulas dan
saya pun tertidur pulas.
Tidak terasa kami berdua berhubungan menjadi pacar sampai satu bulan dan tiba tiba dia
menjauhi saya dan mendekati teman saya, saya tidak tahu apa kesalahan saya sehingga
dia menjauhi saya,ada rasa frustasi waktu itu dan mungkin
ingin rasa nya menumpahkan segala frustasi saya kedalam minuman keras tetapi semua
itu saya tepis karena saya sadar bahwa ini hanya permulaan untuk masa percintaan
dan mungkin di lain hari saya akan mendapatkan perempuan yang mencintai saya dengan
tulus apa adanya.
Itulah kisah sebagian hidup berkelana saya
dijakarta, masih banyak kesedihan-kesedihan yang lain, menjadi pengangguran
dijakarta dengan menjadi gelandangan mengamen tidurpun tidak tentu dimana saja,
kadang dimasjid kadang dirumah teman kehdupan ini berlanjut sangat lama jarang
sekali merasakan yang mendapatkan kesenangan tapi saya pasrah kepada Alloh SWT segala
apa yang akan terjadi pada diriku yang terpenting saya selalu berusaha mencari
pekerjaan untuk menyambung hidup dijakarta yang kata orang kejam melebihi ibu
tiri, seperti hukum rimba siapa yang kuat dia berkuasa, hampir satu tahun saya
jadi gelandangan dan kebetulan sekali pada waktu itu ada yang menawarkan kerja
di tempat textil atau bahan-bahan pakain yang bertempat tinggal dijakarta barat
tepatnya didaerah jelambar dan disitu saya bekerja sebagai pengirim barang ke
konfeksi-konfeksi langganannya,jadi tiap hari hidupnya dijalan dan bahasa
bahasa kasar yang sering terdengar dijalan terbawa juga di tempat saya kerja
bahkan di rumah dan tempat tongkrongan, tiada hari tanpa bahasa kasar yang
keluar dari mulut ini.
Setelah kerja selama kurang lebih enam bulan saya
diajak teman saya untuk menemaninya apel ketempat wanitanya yang saya tidak
tahu sudah jadian apa belum, karena bahasa ku yang terbiasa ngobrol sama wanita,
teman saya menjadikan saya sebagai makcomblang nya untuk mendekati agar
menyukainya tapi dasar bukan jodohnya
kali dia ditolak karena dia sudah punya pacar dikampung, karena kedekatanya saya
dengan dia apa salahnya saya yang jomblo mengatakan suka juga ke dia, dan
sungguh jawaban yang mengagetkan dan meminta saya menunggu seminggu untuk
jawabanya, saya turuti saja permintaan itu apa susahnya menuggu seminggu dan saya
meminta maaf keteman yang menyukainya dan saya sampaikan semua yang telah saya katakan.
Hari yang ditunggu datang dan akhirnya dia
menerima saya sebagai pacarnya dan resmi jadi pacarnya karena pacar yang di
kampungnya telah diputuskannya karena sudah tidak ada lagi kecocokan katanya, saya
bersyukur sekali karena mendapatkan wanita yang sama suku nya dan saya tiap
malam berdoa kalau memang jodoh saya mudahkan lah saya dalam berhubungan
denganya sampai ke jenjang pernikahan, padahal waktu itu umur saya baru 20
tahun tapi saya benar-benar mencintainya jadi saya bersungguh-sungguh ingin
memilikinya sampai ke pernikahan,kami berdua merasa senang dan akhirnya kita
tiap hari bertemu untuk melepas rindu sepulang kerja, dan model berpacaran kami
itu berbeda dengan anak jaman sekarang yang kalau sudah ngumpul peluk-pelukan
dan lain sebagainya, kami bertemu hanya sekedar bertukar cerita tukar pikiran
dan lain sebagainya walapun saya masih muda kala itu saya menganggap pacaran
itu untuk hubungan yang serius menuju ke pelaminan kalau memang sudah menjadi jodoh.
Liburan lebaran tiba, saya janji akan main
kerumahnya dan bertemu orang tuanya,untuk mengatakan bahwa saya serius
berpacaran dan akan menikah sesudah kami berdua punya modal untuk nikah maklum saya
ini orang miskin yang tidak bisa mengandalkan orang tua untuk pernikahan ini,
sehabis sholat ‘idul fitri saya datang kerumahnya dengan naik angkutan desa
maklum orang miskin yang belum bisa beli sepeda motor, dan saat turun dari
angkutan di terminal kebetulan sekali di terminal itu, saya bertemu dengan
teman saya yang dijakarta dan kebetulanya lagi dia sekampung bahkan dia masih
di bilang saudaranya pacarku, akhirnya saya diantarnya sampai kerumahnya,
alangkah terkejutnya saat saya menuju kekampungnya benar-benar dipelosok yang
jauh dari kota jalanya berkelok kelok dan naik turun tapi tidak apa-apa demi
hubungan yang serius dan demi cinta saya terus melanjutkan untuk datang
kerumahnya, sampailah saya dirumahnya dan disambut sama orang tuanya dengan
ramah tamah yang membuat saya deg-degan, saya ditanya macam-macam intinya
tentang keseriusan hubungan kami, saya janji pada orang tuanya saya akan serius
dan akan saya perkenalkan orang tua saya apabila Alloh SWT berkehendak karena
tanpa izin Alloh SWT tidak akan terjadi yang namanya pernikahan walau kita
serius dan menginginkannya saya terus berdoa siang dan malam untuk hubungan ini
agar dipermudah dan dilancarkan segala urusan ini, sebelumnya saya mengatakan
dengan sejujurnya tentang kehidupan orangtua saya yang tidak mampu atau miskin,
jadi saya tidak bisa menjanjikan tentang kemegahan pernikahan atau mahar yang
besar dan sebagainya yang terpenting adalah saya serius akan menikahinya.
Saya kembali ke Jakarta untuk bekerja seperti
biasa, beberapa minggu kemudian ada kejadian yang menurut ku adalah jalanya
untuk saya menikahi pacarku ini, yaitu pada waktu itu dia libur mengajak saya
jalan tapi saya tidak bisa karena saya kerja akhirnya dia jalan sendiri
kesebuah mall di Jakarta barat dan malam nya dia menelpon saya tidak bisa
pulang karena disuruh nginep dirumah pamanya saya pun mengiyakan tidak ada rasa
curiga atau apapun, malam berikutnya dia telepon sambil menangis dan meminta ku
menjemputnya dan dia tidak tahu ada di mana dia telepon lewat wartel, saya
bingung harus bagaimana dan terbesit untuk meminta tolong ke penjaga wartel
tentang alamat wartel itu dan saya bersyukur banget penjaga wartel itu mau
memberitahu alamat wartel itu, dan saya menyuruhnya menutup telepon dan kembali
ke tempat itu pagi-pagi akan saya jemput, saya bingung saat itu tidak memegang
uang sepeser pun, saya coba pinjem ke bos perempuan dan mengatakan kebohongan
bahwa saudara saya nyasar jauh saat mau ketemu saya disini, dan bos perempuan
lalu memberikan uang 50 ribu bukan hutang tapi dikasih Cuma-cuma untuk
menjemputnya, saya ucapakan terima kasih kepadanya dan berlalu darinya,
malamnya saya tidak bisa tidur dan akhirnya sholat malam untuk mempermudah
mencarinya sampai pagi saya tidak tidur dan langsung pergi mencarinya dengan
berdoa dulu agar selamat dan lancer tidak ada halangan apapun, dengan
bermodalkan alamat wartel saya langsung jalan tanpa memikirkan apapun tibalah saya
di tempat itu dan saya bertanya kepada tukang ojek dan dia bersedia
mengantarkan saya ke alamat tersebut, kurang lebih satu jam ketemu alamat yang
dituju dan saya membayarnya ojek dengan menanyakan dulu berapa yang mesti saya
bayar, tukang ojek berkata “ lima ribu
saja nak, kasian kamu lagi cari saudara, makasih ya nak moga cepat ketemu
saudaranya ya nak” sambil bersalaman, tukang ojek berlalu dan pas saya mau ke
wartel itu kebetulan sekali wartelnya tutup sementara, karena sholat jumat, saya
langsung mencari masjid terdekat untuk menunaikan sholat jumat dan berdoa
semoga dipermudah dalam pencarian ini, sesudah sholat jumat saya langsung
menuju wartel itu dan masih tutup juga karena saya kebetulan bawa foto pacarku,
saya lalu menanyakan ke orang-orang sekitar situ dan berujung kepada tukang
sayur, saya bertanya, dan dia menjawab dengan nada yang sinis sambil menunjuk
tempat dia berkata” mas , coba ketempat kos-kosan yang didepan itu, disitu
banyak sekali perempuan, coba aja kesitu, barangkali ada disitu mas” saya
ucapkan terimakasih dan langsung menuju ke tempat yang ditunjuk oleh tukang
sayur, saya langsung ketok-ketok dan didalam sana saya lihat banyak sekali
perempuan didalam, tetapi tidak ada satu pun yang berani membukakan pintu, lalu
saya ucap salam keras-keras sepertinya mereka takut untuk membuka pintu mungkin
karena penampilan saya yang berambut gondrong dan memakai anting dikiri serta
celana yang sobek-sobek atau ada hal lain yang saya tidak tahu, akhirnya
dibukakan pintu oleh seorang perempuan yang keluar dari dalam sana, saya
langsung menanyakan tentang pacarku dia berbohong dengan bilang tidak ada yang
seperti foto yang saya tunjukan dan tidak lama kemudian pacarku keluar dari
dalam ruangan yang paling dalam ,saya langsung memakinya, perempuan yang
berbohong itu langsung meminta maaf dengan alasan tidak tahu kalau ada orang
baru, akhirnya saya langsung mengajaknya pulang di malah menolak bahkan
mengajak saya untuk bergabung dengan orang-orang itu kata pacar ku” mas kita tidak
usah pulang kita disini aja disini di ajarin ngaji dikasih makan ntar di
carikan kerjaan, tidak mungkin mas kalau orangnya jahat gitu” saya jawab
kepadanya” dijakarta ini kamu jangan mudah percaya orang, apalagi yang seperti
ini sudah banyak korban,orang orang Islam
yang kaya gini, memang susah untuk ditebak kalau dari kata-katanya” dia tetap
dalam pendiriannya ,saya bingung tapi saya tidak kekurangan akal yaitu dengan
dia suruh memilih antara tempat itu dan saya, saya pura pura marah dan pergi
dari situ, dia langsung memegang tanganku dan memilih saya, yang saya tsayatkan
kalau di tidak mau pulang adalah dikampungnya pasti saya yang difitnah
membawanya kabur, diapun berpamitan mau pulang kesemuanya yang disitu, belum
sempat saya mau keluar dari pintu itu tiba tiba dating seorang lelaki dengan
santun mengucapkan salam dan menjabat tangan dan dia meminta jangan
tergesa-gesa pulang ada yang mau dibicarakan atau mau bertukar pikiran katanya,
saya menyaggupinya walau jam sudah menunjukan jam 3(tiga)sore, yang intinya
pada pembicaraan itu adalah saya disuruh bergabung dengan Islam yang tidak sesuai dengan al-quran dan hadist, saya menolaknya karena
mereka tidak menganggap orang tua sebagai
orang tua mereka, mereka menganggap hidup bisa sendiri tidak perlu orang
tua, karena sudah tidak sefaham saya langsung berpamitan pergi,
tapi dia mencegahnya bilangnya ada teman yang mau bertemu dengan saya dan mau
bersilaturahmi belum sempat saya beridri orang yang dibilang itu datang dan
langsung ucap salam dan menjabat tanganku langsung mengajak saya kedalam saya
mengiyakan saja untuk masuk untuk sekedar tahu seperti apa sih yang namanya Islam nya orang kaya begini-ini an dia
langsung memberikan saya al-quran untuk saya baca tapi saya sudah lupa halaman
berapa dan ayat berapa surat apa saya benar- benar lupa, yang jelas saya ini
dianggap manusia yang banyak dengan najis dan dosa makanya saya disuruh
bergabung dengannya agar bersih dan suci seperti mereka, waktu itu saya sudah
benar-benar kena majignya saya menangis dan benar benar lupa tentang tujuan
utama ku yang saya heran kan lagi diluar berasa hujan deras dan petir yang
menggelagar padahal tadi pas masuk diluar terang benerang tidak ada tanda tanda
mau turun hujan, dan tiba tiba pundak saya disentuh oleh pacar saya mungkin
karena saya menangis dan dia berkata “
sudah lah mas kita disini aja , kita bergabung agar kita ” tapi justru kata
kata itu lah yang menyadarkan saya tentang tujuan utamsaya dan akhirnya saya
berkata kepda lelaki itu” pak maaf karena waktu yang sudah tidak kompromi lagi jadi
saya pamit pulang karena kasihan ini ade saya sudah ditunggu-tunggu sama orang
tuanya dirumah,terima kasih atas segala nasehat dan masukannya, kapan kapan kita
bisa bertemu lagi untuk bertukar pikiran dan menyambung tali silaturahmi sesama
muslim” dan saya lihat dia seperti menghela nafas karena tidak berhasil
membujukku untuk ikut bergabung, tapi dia segera tutupi dengan senyum dan
berkata” ya sudah mas tidak papa, tapi mas punya nomor yang bisa dihubungi biar
kita bisa berhubungan lewat telepon juga dan sayamau Tanya mas, apakah mas
punya saudara pejabat pemerintahan”, saya
langsung teringat kasus teman saya yang sama seperti ini dan pertanyaa nya pun
sama, jadi saya langsung menjawab” ada 3 paman saya polisi di Jakarta ini, tapi
tadi saya telepon katanya lagi pada tugas luar semua jadi tidak bisa ngantar saya
kesini pak” saya langsung berpamitan
pulang waktu itu jam menunjukan jam 8(delapan)malam, saya langsung pulang
sampai empat saya kerj jam 10(sepuluh) malam, saya antarkan di dahulu ke tempat
dia kerja tapi sampai ditempat kerja dia tidak diterima ditempat kerja atau
kata kasarnya dipecat, saya langsung ajak di ketempat kerja saya dan rencana
nya mau saya ajak pulang kampung biar dia tenang dulu dirumah sekalian saya
kenalkan ke orang tua saya,.
Pagi harinya saya meminta ijin ke bos ku untuk
mengantarkannya pulang kampung, bilangnya adik saya minta pulang kampung,
memang ada kebohongan disitu tapi harus bagaimana lagi saya mau jujur tsayat
dimarahin oleh bos ku jadi begitulah akhirnya ku ajak dia pulang kampung
sorenya dengan naik bis malam, dan pagi harinya sampai dikampung ku dan
langsung saya kenalkan ke orangtua ku dan orang tua ku senang dan sepertinya
ada rasa khawatir di benak orang tua ku, tapi saya langsung ceritakan sejarah
dan kronologinya pulang kampung itu, setelah istrahat lama langsung saya pamitan ke orang tusaya untuk
mengantarkan nya pulang, orang tua ku berpesan “ jum, ntar kamu habis antar
langsung pulang ya?” saya mengiyakan dan langsung pergi mengantarkannya,,
sesampainya dirumah tidak ada orangtua nya, yang ada bibinya yang rumahnya
sebelahnya persis.dan bibinya lari dan memeluknya sambil menangis dan
menanyakan keadaanya, setelah tenang bibinya menceritakan kejadian yang lebih
heboh dari kenyataan nya, kata tetangga ada yang bilang dibawa kabur sama saya
seperti yang saya tsayatkan waktu pencarian itu dan ada yang bilang diculik
oleh orang orang hitam yang bisa mencuci otaknya agar lupa sama semua orangtua
dan saudaranya, dan sekarang ibunya sedang menyusulnya kejakarta jadi tidak
bisa ketemu dan bapaknya lagi nyari rumput yang pulangnya maghrib,dan saya
disuruh menginap agar supaya saya bisa menceritakan kejadian yang sebenarnya,
sebenarnya saya menolak untuk menolak tapi saya dipaksa nya akhirnya saya
mengiyakan untuk menunggu bapaknya pulang mencari rumput buat makan sapi
sapinya,
Habis magrib bapak pulang , setelah santai
sejenak saya ceritakan semuanya, kebetulan sore itu neneknya disitu juga untuk
melihat keadaan cucunya yang katanya keculik jadi saya sekalian ceritakan
kepadanya, dulu waktu saya baru datang ke kampung itu banyak yang tidak suka
sama saya tapi habis kejadian itu mereka semua menyetujui hubungan saya dengan
nya, saya sangat bersyukur sekali mungkin inilah jalannya untuk saya hidup
bersamanya, tidak sia-sia saya berkorban
selama ini untuk mendapatkan restu orang tuanya, Alloh SWT mengabulkan
doa hamba nya yang serius dalam meminta segala yang diminta.
Saya
lanjutkan ceritanya , disitu saya disuruh menginap lagi karena ibunya menyusul
ke Jakarta dan belum kembali jadi saya disuruh menunggu untuk menceritakan
kepada Ibunya sekembalinya nanti, sebenarnya saya tsayat sesuatu akan terjadi
padsaya nanti karena banyak sekali pemuda situ yang tidak suka dengan dating
nya saya ke kampungnya, malam ketiga saya nginap terjadi lah yang saya tsayatkan
itu, waktu itu saya sedang nonton TV dirumah pamannya datanglah bapaknya dan
bicara katanya saya ditunggu teman-teman ku dirumah, saya heran dan terkejut
mana mungkin teman-teman saya malam- malam begini menyusul ku kekampung ini, saya
sambil berpikir saya hampiri kerumah
bapak dan yang datang ternyata puluhan pemuda kampung itu, ada yang diluar dan
ada yang didalam, saya sedikit deg-degan dan bingung tapi saya tidak mau
ketahuan oleh calon bapak mertua, jadi saya berusaha tenang, sebenarnya saya
tidak takut dengan semua pemuda kampung itu selama saya masih dalam jalur yang
benar dan tidak ada masalah dengannya, tapi justru dalam hati bertanya ada apa
mereka rombongan datang, apa takut kalau Cuma beberapa saja yang datang kan
kasihan orang tua calon istri ku yang jadi ikut bigung,dengan rasa tidak karuan
saya bersalaman dengan semua pemuda yang ada disitu mungkin kurang lebih ada 30an
(tigapuluhan) pemuda yang kesitu tapi yang didalam Cuma sepuluh orang pemuda
yang salah satunya anak ketua RW dan RT serta Anak pejabat desa situ, saya bersalaman
dengan mereka sambil duduk saya bertanya ada keperluan apa, sehingga begitu datang
dengan rombongan begitu, mereka menganggap saya orang kampung sebelahnya yang sedang
bermusuhan dengannya, saya keluarkan KTP dan saya serahkan ke mereka, sebagai
bukti ke mereka karena mereka tidak percaya kalau cuma sekedar bicara,
sebenarnya saya sedikit emosi karena ada salah satu dari mereka adalah mantan
pacarnya calon istri saya, dia berbicara seakan akan memancing untuk ribut, saya
berusaha tenang dan saya sedikit dengan nada tinggi saya menantang mereka yang
tidak percaya dengan apa yang saya sampaikan sebenarnya, kenapa saya menginap
sampai tiga malam disitu, saya tidak takut dengan semua pemuda yang ada disitu saya
sudah biasa di keroyok banyak pemuda dan sudah biasa dengan yang namanya tawuran
dan berkelahi, kalau seandainya saya babak belur bisa lebih besar kejadian yang
akan menimpa desa itu karena saya sudah menghubungi teman-teman saya yang
sekampung saya dan kampung sebelahnya,maklum dulunya saya orang yang gaul
dimana pun ada teman, tapi sayang teman-teman yang bergaul dengan minuman minuman
keras dan lainya yang bisa lupa diri bila memakainya tapi tidak apa-apa selama
masih saling mau membantu, dan akhirnya
mereka semua percaya dan memohon maaf kepada ku, tapi ada yang tidak
terima dari raut mukanya yang ternyata itu mantan-mantan pacar saya atau calon
istri saya, mereka akhirnya pergi dan berpamitan dan sekaligus meminta maaf
atas ketidak nyamanan yang mereka buat kepada saya, dan saya terima maaf mereka
sambil bersalaman:
Pagi harinya ibunya pulang dari
Jakarta langsung memeluk anak nya sambil menangis keras sekali membuat saya
terbangun dari tidurku, langsung saya bangun dan menghampiri serta bersalaman
dengan ibunya, ibunya langsung bertanya sambil masih sengguk sengguk sisa sisa
tangisnya bagaimana bisa terjadi penculikan itu, saya jadi langsung ceritakan
semuanya dan ibunya mengucapkan terima kasih dan yang buat saya senang lagi
adalah nenek nya menyampaikan sesuatu yang sudah menjadi janjinya waktu itu,
katanya siapa yang menolong cucunya kalau wanita akan dijadikan saudara dan kalau
laki-laki akan dijadikan jodoh cucunya, padahal waktu itu saya menolongnya
bukan itu karena saya tidak mengetahui janjinya itu dalam hati saya ini
sebenarnya hanya rasa tanggung jawab karena dia berstatus sebagai pacar saya,
kalau bukan siapa siapa mana mungkin saya tolong, di tempat itu banyak sekali
wanita di kost waktu itu malah saya disuruh menolong mengeluarkan mereka yang
terbawa bersamaan pacarku, tapi saya tidak mau dengan alasan mereka bukan siapa
siapa saya, dan bisa terjadi saya yang terjerat hukum menculik mereka, karena
mereka bukan siapa siapa saya apalagi mereka semua sudah terkena magic atau
hipnotis, yang mereka anggap kalau masuk komunitas itu bisa suci bersih tiada
dosa dan masuk syurga yang menurut saya tidak masuk akal dan tidak ada dalam
al-quran bahwa manusia dijaman peradaban modern ini ada orang menganggap bahwa
masuk sebuah komintas seperti itu, yang menganggap dirinya suci dan bersih
tiada dosa dan najis dan masuk syurga justru kominitas sesatlah menurut saya
karena mereka tidak menganggap ada nya orang tua di kehidupan mereka dan masih
banyak lagi yang tidak sepaham dengan al-quran, seiap manusia itu mempunyai
dosa tidak ada manusia didunia ini yang tidak memliki dosa kecuali anak yang
baru lahir.
Dikota besar ini, Jakarta ini tidak bisa kita menilai karena
penampilan fisiknya saja karena banyak sekali penipuan penipuan yang berkedok
agama sering terjadi, demi perut mereka semua melakukan apa saja, tidak perduli
khalah dan kharam yang dihasilkan yang
penting keluarga tercukupi.
Memang manusia kalau sudah di butakan dunia tidak perduli
dengan apa yang diperintahkan dalam agama ataupun yang dilarangnya,tidak Cuma
orang miskin, pejabat Negara juga banyak sekali yang mengambil bukan hak nya
hanya untuk kemewahan dunia belaka, tidak bisa dipungkiri bahwasanya manusia
lebih memilih dunia daripada akheratnya karena manusia mempunyai sifat dan
watak yang sama tergantung dari pengendalian diri seseorang itu sendiri, banyak
kita lihat di sekitar kita kejadian-kejadian yang hanya memperebutkan uang
seribu rupiah mereka rela berkelahi dan masih banyak kejadia-kejadian lain yang
kita lihat di sekitar kita orang yang lebih mementingan dunia daripada
akheratnya.
Manusia harus mempunyai pegangan hidup yaitu iman agar kita
terhindar dari perbuatan yang tercela yang mengakibatkan kita masuk neraka
kelak, mungkin para pembaca sudah sering mendengar kata-kata ini dan mungkin
lebih pintar dari penulis ini, jadi marilah kita belajar bersama-sama tentang
pa yang harus kita lakukan dalam menjalani hidup agar sesuai dengan aqidah
agaman kita serta jauh dari perbuatan-perbuatan yang di murkai oleh Alloh SWT .
Hakekatnya manusia
mempunyai persamaan watak dan sifat tinggal bagaimana kita mengendalikan sifat
dan watak kita agar supaya kita hidup di dunia dengan tenang dan damai tanpa
rasa gelisah takut akan menjalani kehidupan dengan kesengsaraan dunia, kita
akan mengingat Alloh dan akan bertakwa kepada-Nya seperti yang diperintakan
Alloh SWT dalam firman-Nya; “Wahai
orang-orang yang beriman! Takwalah kamu kepada Allah dan hendaklah merenungkan
setiap diri, apalah yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Dan takwalah kamu
kepada Allah! Sesungguhnya Allah itu Maha Mengetahui apa saja yang kamu
kerjakan.Dan janganlah keadaan kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah,
lalu Allah pun membuatnya lupa kepada dirinya sendiri; itulah orang-orang yang
fasik.Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni syurga,
penghuni-penghuni syurga, itulah orangorang yang beruntung. Kalau sekiranya
Kami turunkan al-Quran ini ke atas sebuah gunung, niscaya akan engkau lihatlah
gunung itu tunduk terpecah-belah disebabkan takut kepada Allah; dan perumpamaan-perumpamaan
itu Kami perbuat untuk manusia supaya mereka berfikir.(QS.Al-Hasyr:18-21).
Segala macam problema dunia akan terasa ringan
kita jinjing dan kita pikul apabila kita senantiasa mensyukuri dan menyadari
bahwa semua kejadian yang menimpa kita adalah kehendak-Nya jangan pernah takut
akan kehilangan harta dunia karena Alloh SWT telah berjanji dalam firman-Nya ”Barang siapa yang mengerjakan amal saleh,
baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan
Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri
balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan.” (QS An-Nahl ayat 97)
Jadi kenapa kita mesti takut akan kehilangan harta dunia
apabila kita berbuat baik dan menjalankan segala perintah-Nya serta menjauhi
semua larang-Nya, karena Alloh SWT menjanjikan yang setimpal dengan perbuatan
kita selaku hambanya, orang bijak berkata” apa yang kita tanam itu yang akan
kita tuai” jadi apalagi yang ditakutkan
kalau semua harta yang kita miliki adalah hasil yang halal dan berkah dan kita
sisihkan untuk perbuatan baik.
Semua apa yang kita lakukan di dunia ini akan mendapatkan
balasan di dunia serta di akherat, marilah kita tingkatkan iman dan islam kita
untuk kemajuan kita sendiri agar kita terhindar dari segala
kemuanfikan-kemunafikan yang sangat menyesatkan, apalah arti hidup ini jikalau
kita tidak mengetahui hakekatnya kita hidup didalam dunia yang hanya sementara
ini, jalani hidup ini dengan hati yang ikhlas lapang kan dada tatkala kita
menerima ujian yang berat Insyaalloh hidup kita akan damai tenram dan sejahtera
dalam ketenangan yang berkah serta di ridhoi Alloh SWT, tiada yang patut kita
sembah selain Alloh SWT yang maha pencipta serta maha pengasih dan penyayang
Umat-Nya.
Mungkin inilah perjalan hidup yang saya jalani dengan begitu
banyak cobaan dan ujian dalam menapaki kehidupan yang tidak mudah untuk kita
jalani karena kehidupan yang saya jalani hanya terbawa ego semata dengan
sedikit keimanan jadi beginilah kenyataan hidup saya yang mungkin menurut
pembaca kurang bisa dihayati atau dipahami dalam pengetikan yang acak tidak berurutan.
Demikian cerita kehidupan nyata saya dan masih banyak yang
tidak diceritakan baik yang sedih maupun senangnya kurang lebih nya mohon maaf
atas segala kesalahan yang saya perbuat dalam pengetikan maupun kata-kata yang
kurang bisa dipahami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar