Minggu, 02 Maret 2014

perjalanan hidup dan rasa syukur bab II


BAB II
PENGALAMAN HIDUP

Saya ingat betul kehidupan saya semasa saya kecil, sejak mengenal teman dan permainan anak-anak, mungkin sekitar umur 5(empat)tahun sampai 5(lima) tahun saya sudah mengerti soal kesusahan dalam hidup, sebab apa waktu itu setiap hari saya kelaparan makan sehari 1(satu) kali itu pun sore hari saat bapak saya pulang dari jualan bubur kacang hijau dan sangat menyakitkan sekali, saat saya meminta uang buat jajan dan ayah saya malah marah lalu uang itu dilemparkan ke saya dan mengenai jidat saya dan berbekas hinga sekarang, karena waktu itu teman-temanku membeli jajan dan saya menginginkan juga jadi saya meminta yang kebetulan saat itu bapak pulang dari jualan bubur jadi saya meminta nya saya tidak menyangka kalau bapak saya akan se marah itu, saya hanya bisa melihat dan menangisi nasib, kenapa saya hidup ditempat dimana yang serba kekurangan?.rasa hati ingin sekali seperti teman-teman itu tapi apalah daya  sekali-kalinya minta uang buat jajan bapak marah seperti itu, saya tidak marah kepada orang tua ku justru saya berpikir kenapa saya minta uang jajan malah bapak ku marah seperti itu, saya berpikir orang tua  kesusahan untuk mencari uang untuk makan buat sehari saja susah apalagi buat beli mainan atau jajan saya atau adik dan kakak saya. Jadi saya hanya bisa mengikuti kata orang tua, mereka sebenarnya ingin sekali membahagiakan anak-anaknya tetapi keadaanlah yang tidak mendukung untuk itu,mereka hanya bisa membuatkan mainan yang bisa dibuat dengan tangannya seperti pedang-pedangan, mobil-mobilan, serta pistol-pistolan dan masih banyak yang lainnya yang semuanya itu terbuat dari kayu atau pelepah pisang.
Menurutku yang sangat menyedihkan waktu itu adalah waktu saya pertama duduk dibangku kelas 1SD saya harus memakai seragam bekas yang telah usang hatiku begitu sedih tapi gimana lagi saya melihat orang tua hidup buat makan aja susah apalagi buat beli baju seragam sekolah, saya pun tetap semangat menjalankan proses pembelajaran disekolah,walau kadang tidak percaya diri melihat teman teman memakai baju dan sepatu serta tas baru saya hanya bisa menangis bathin dengan keadaan yang seperti ini.
Tetapi saya sangat bersyukur sekali waktu itu adalah teman-teman saya tidak menjauhi saya tapi malah semuanya dekat denganku, terkadang saya berangkat sekolah saya ke rumah teman saya supaya berangkat bersama-sama, dan disitu sama mamanya teman saya saya dikasih makan dikasih uang jajan sebenarnya saya malu tapi bagaimana lagi daripada perut kosong saya menerimanya dan saya disuruh setiap mau berangkat sekolah mampir kerumahnya untuk sarapan bersamanya, saya sangat senang dan saya sudah dianggapnya seperti anaknya sendiri, kalau saya memakai baju robek sama mamanya disuruh dibuka dan dijahitlah sama mamanya sambil menunggu dijahit mamanya saya disuruh sarapan pagi saya senang sekali saat itu,jarang sekali ada orang seperti itu, saya tidak pernah melupakan kebaikannya pada saya, sampai saya lulus SD saya masih sering main ketempat mama angkatku karena beliau sudah menganggap saya seperti anaknya sendiri.
Setiap hari saya selalu bangun sebelum adzan subuh berkumandang untuk mandi kemudian membantu orang tua sebelum berangkat sekolah dengan berjualan keliling memasarkan combro dan ondol serta gorengan serta lontong yang mayoritas masyarakat tempat saya tinggal sarapan paginya seperti itu , setelah selesai berjualan baru saya berangkat sekolah, karena jauh saya sering lari tsayat keburu jam belajar di mulai, waktu saya sekolah SD saya tidak memakai sepatu karena tidak mampu beli sering saya dimarahi bu guru dan saya ceritakan apa adanya.
Setelah pulang sekolah pun terkadang belum bisa makan nasi karena belum ada yang bisa di masak harus menunggu bapak saya pulang dari jualan bubur baru bisa masak nasi,teman-teman mengajak main pun saya tidak bisa ikut karena perut lapar sungguh saat itu saya ingin menangis memangil orang untuk membantu tapi mulut saya terkunci karena malu dan tidak enak hati melihat orang tua bingung hanya memikirkan bagamana bisa menghidupi 7(tujuh)anaknya  yang masih kecil-kecil.
Siang itu saya berjalan kerumah tetangga yang sudah saya anggap sebagai keluarga saya sendiri dan mereka menawarkan saya berjualan seperti yang setiap pagi saya jual karena disitu lebih banyak untungnya dan tidak enak hati karena kalau saya belum makan disuruhnya makan disitu maka saya menyanggupinya berjualan dan saya bilang ke tempat yang biasa saya ambil daganganya bahwa saya sudah tidak mau berjualan lagi.
Kehidupan itu pun saya jalani terus menerus sampai saya naik kelas 6 (enam)SD, hasil jualan selalu saya berikan kepada ibu ku dan menyisihkan buat jajan sendiri, hal yang paling menyedihkan terjadi disaat saya lulus SD saat pengambilan raport dan ijasah SD, saya dipanggil untuk kekantor ke ruangan Ibu kepala sekolah dan Bapak Wali Kelas, disitu saya ditanya tentang pembayaran SPP yang belum saya lunasi bahkan belum samasekali terbayar dari saya kelas 3(tiga) sampai lulusan, saya menjawab dengan menangis karena saya takut dimarahi oleh ibu dan bapak guru ”ibu bapak gimana saya mau bayar sekolah buat makan sehari sekali saja orang tua saya susah bu pa” lalu ibu kepala sekolah pun berkata sambil mengusap rambutku “ iya jum tidak apa-apa biar saya yang membayar biaya itu lalu kenapa orang tua kamu tidak bin surat tidak mampu saja supaya beban sekolah kamu lebih ringan dan habis terima ijasah ini kamu mau sekolah dimana?” saya pun menjawab masih dengan menangis “orangtua saya tidak mampu bu, saya tidak tahu bagaimana saya mau sekolah bu? Di SD saja orangtua saya tidak sanggup membayar apalagi saya harus masuk SMP yang biayanya pasti lebih besar saya mau bantu orang tua dengan ikut perahu menggali pasir bu”  Ibu kepala sekolah ikut meneteskan air mata dan memeluk saya serta berkata” jum kamu itu mulia  sekali tapi sayang kamu masih kecil butuh banyak belajar apalagi dengan nilai mu yang masuk lima besar sayang kalau kamu tidak melanjutkan sekolah” saya jawab “ gimana lagi bu,? Saya sudah pasrah dengan nasib yang seperti ini bu, dari saya masuk bapak ibu tahu saya tidak pernah pakai sepatu dan baju yang baru,yang saya pakai selalu itu-itu saja dan pada istirahat saya tidak pernah ikut jajan seperti teman-teman jadi seperti itulah nasib saya bu dan ibu guru juga sering memarahi saya karena sekolah tidak memakai sepatu, bagaimana saya mau melanjutkan sekolah, saya malu bu sama teman teman” lalu ibu kepala sekolah berkata “ kamu tidak boleh menyerah begitu aja kamu bisa melanjutkan disekolah swasta di mukhamadiyah biar saya yang membayar semua biaya nya yang penting kamu rajin dan giat belajar” saya langsung berkata “ terimakasih bu, tapi saya mau bilang orang tua saya dulu boleh tidak saya meneruskan sekolah” Lalu mereka menyerahkan ijasah serta raport sekolah saya lalu saya berpamitan pada ibu kepala sekolah dan bapak wali kelas, ibu kepala sekolah berpesan “ jum kamu secepatnya mendaftar di smp yang ibu kasih tahu ya? Entar ibu bantu sekolah kamu yang penting kamu rajin belajar dalam sekolah ya?” saya berkata “ iya bu, terimakasih, saya akan segera mendaftar setelah dapat ijin dari orang tua bu”” kata ku sambil mencium tanganya untuk berpamitan.
Sampai dirumah saya sampaikan apa kata ibu guru ke ibu ku yang baru saja pulang dari pasar sehabis jualan baju-baju bekas dipasar, ibu ku menyerahkan semuanya pada ku karena saya yang menjalaninya ibu pasrah karena ibu saya tidak bisa membantu membiayai sekolah jadi semua diserahkan kesaya untuk memutuskannya, sorenya bapak pulanng dari berjualan bubur setelah bapak sudah santai sayapun langsung meminta pendapat bapak tentang sekolah itu, bapakku pun sma endapatnya sama ibu ku tinggal satu oang lagi yang belum saya mintai pendapat yaitu kakak saya yang ikut orang demi melanjutkan sekolah yang kebetulan kakak saya sekolah di smp mukhammadiyah tersebut, sama kakak saya dilarang skolah situ, saya disarankan sekolah di sekolah negeri saja, yaitu di SMP NEGERI III MAOS dan kakak saya berjanji akan membantu biaya sekolah saya maka saya menyanggupi keputusan kakak saya.dan hari berikutnya saya mendaftarkan diri ke sekolah Negeri tersebut dan saya diterima disekolah itu.
Hari-hari berikutnya saya terus belajar sepulang sekolah saya membantu orang tua mencari uang dengan ngetem dipinggir kali jadi tukang bongkar muat pasir kalau ada truck masuk yang tidak membawa kuli saya langsung menghampiri untuk memuat pasir ke truck tersebut dengan itu saya bisa meringankan beban orang tua,.
Ingin sekali saya seperti teman-teman bermain riang tanpa beban ,sedangkan saya harus membantu orang tua, tapi saya ikhlas karena kalau saya tidak membantu mencari uang saya harus menahan lapar karena belum tentu saya bisa makan sampai siang hari, sepulang sekolahpun kadang saya belum bisa menikmati makan siang karena orang tua saya belum pulang dari jualan bubur, tiap hari hanya ada keluhan didalam bathin saya” kenapa  saya harus hidup seperti ini hidup dalam kemiskinan setiap hari harus menahan lapar  dan saya tidak bisa meikmati hidup layaknya teman-teman yang lain bermain dengan mainan bagus  dengan perut kenyang kapan penderitaan ini akan berakhir“ tetapi saya tetap menghilangkan pikiran itu dengan mendekatkan diri kepada Sang Kholiq ( Maha Pencipta ), Didalam kehidupan saat itu orang tua saya belum mengenal yang namanya sholat, karena orang tua saya menganut kepercayaan yaitu kejawen.
Saya mulai mengerti dan memahami  sholat dan bisa membaca al-quran, karena ajakan teman-teman untuk mengaji bersamanya walaupun jauh saya tetap belajar mengaji, banyak sekali yang saya dapat dalam belajar mengaji selama kurang lebih 3 (tiga)tahun saya belajar dan dapat pengetahuan tetntang agama walaupun hanya sedikit saja.
saya mengenal yang namanya tujuan hidup dan hakekat hidup di dunia  dari situlah saya mencoba mengadu berdoa dengan kesungguhan hati kepada Alloh SWT Segala perasaan saya alami di kehidupan saat itu dan saya berdoa padanya untuk perubahan hidup ku, kelak di masa yang akan datang. Agar kelak saya berrumah tangga, anak-anak saya tidak kelaparan seperti saya dan tidak ketinggalan ilmu seperti saya.
Setiap malam saya bersimpuh mengadu dan berdoa kepada Alloh SWT tentang kehidupan yang saya alami ,”YA ALLOH YANG MAHA PENGASIH KENAPA ENKAU BERIKAN KEPADA HAMBAMU YANG LEMAH INI KEHIDUPAN YANG PENUH PENDERITAAN YANG PENUH KEKURANG, YA ALLOH YANG MAHA PENYAYANG BERIKAN HAMBA KEMUDAHAN DALAM MENCAPAI IMPIAN AGAR HAMBA BISA MEMBAHAGIAKAN ORANGTUA DAN TIDAK MELIHAT ORANGTUA SAYA SEDIH DAN SAYA TAK SANGGUP YA ALLOH KALAU HAMBA MELIHATNYA ,YA ALLOH YANG MAHA PENCIPTA ENKAU TELAH MENCIPTAKAN HAMBA DENGANG PERANTARA ORANG TUA HAMBA YANG SERBA KEKURANGAN MAKA CIPTAKAN LAH HAMBA SEBUAH KEHIDUPAN YANG PENUH KASIH SAYANG KEBAHAGIAN DAN SERBA KECUKUPAN,HAMBA MENGADU PADAMU HANYA PADAMU KARENA ENGKAULAH YANG MAHA BIJAKSAN DAN MAHA MELIHAT, YA ALLOH TIADA YANG PANTAS SAYA SEMBAH DAN MOHON PERTOLONGAN, SELAIN ENGKAU YA ALLOH, YA ALLOH KABULKANLAH DOA HAMBA…….. AMIN”
Dari situlah saya terus berdoa dengan sabar dan berusaha tanpa putus asa walau kadang hati ini menyerah dengan kehidupan  yang seperti ini tapi karena iman  yang membuat saya kuat, bertahan dengan kehidupan yang serba kekurangan dan kesusahan.
Memang adakalanya kita sedih dan ada kalanya kita senang itulah kehidupan tapi apa yang terjadi kita belum tentu  menerima dan mensyukuri apa yang ada dihadapkan kita walaupun itu pahit sekalipun pun, seperti yang pernah terjadi dan pada saat saya mau semester genap di kelas 8 (delapan)/SMP kelas 2(dua) saya dipanggil guru wali kelas ku untuk menghadap di ruangan nya dan ditanya tentang pembayaran buku-buku yang semua pelajaran belum satu pun saya bayar karena saya belum bisa membayarnya saya bingung dari mana saya dapat membayar semua lalu saya pun terus terang sama Ibu guru wali kelas kalau saya tak mampu membayarnya kalau seandanya saya dikeluarkan saya ikhlas dan siap dikeluarkan kapanpun.walau hancur harapan dan cita-cita tak apa daripada saya harus malu sama teman-teman karena ketidak mampuanku .
Hari selanjutnya saya memutuskan untuk tidak masuk sekolah dan berhenti sekolah akan membantu orang tua walau mestinya harus sekolah, saya sudah siap mendengarkan apa kata orang yang penting niat ini baik saya membantu orang tua ikhlas dan akan saya terima apa adanya hidup ini dengan lapang dada apapun yang terjadi nanti. Kebesran Alloh datang yaitu dengan beberapa teman-teman saya datang menjenguk saya dikira saya sakit lalu saya ceritakan apa adanya ke teman-teman saya walau sedikit ada rasa malu saya cerita kenapa saya tidak masuk sekolah dan memutuskan berhenti sekolah mereka mau membantu saya dalam pembiayan buku-buku sekolah kalau sayamau sekolah lagi ,akhirnya teman-teman pulang dan esoknya temanteman  saya mengadu ke guru wali kelas, dan 3hari kemudian guru datang kerumah dan kebetulan saya tidak ada dirumah sedang ikut truck pemuat pasir, dan sorenya saya diberi tahu bapak saya kalau tadi siang ibu guru dan kepala sekolah datang dan saya disuruh sekolah lagi,saya tidak tahu harus gimana lagi akhirnya saya terima dengan sangat senang sekali.
Pagi hari saya datang kesekolah dan mengahadap Pak Kepala sekolah untuk memastikan bahwa saya benar disuruh sekolah lagi, akhirnya saya ketemu dengan pak kepala sekolah dan saya menanyakan walau ada rasa tsayat dan maluuntuk bertemu saya brankan diri untuk menemuinya dan memberitahukan sebenarnya keadaan saya apa adanya, kepala sekolah berjanji saya sekolah tanpa biaya apapun dan tak ada pungutan apapun, saya senang sekali dan berkali-kali saya ucapkan terimakasih kepada bapak kepala sekolah.
Hari-hari berikutnya saya sekolah dan tetap membantu orang tua sepulang sekolah dengan memuat pasir ke truck kalau ada truck datang, dan aktifitas itu berjalan setiap hari, seiring berjalannya waktu saya lulus sekolah dan tidak melanjutkan lagi karena sma biayanya begitu besar jadi sampai smp saja saya sekolah karena factor biaya.
Selesai lulus saya kerja sebagai kuli pasir  dan saya mulai bergaul dengan teman-teman yang tidak jelas cara bergaulnya akhirnya saya mengenal yang namanya rokok minuman keras dan narkotika dan yang lainnya, tapi saya tetap menghormati orang tua walau saya suka minum atau pun ngeroko orang tua tidak tahu, penghasilannya tidak seperti dulu sekarang saya sisihkan buat beli rokok dan kadang beli minuman keras, karena saya pikir saya juga butuh kesenangan dan hiburan jadi saya sisihkan sedikit kan tidak ada salahnya yang penting saya masih tetap memberikan ke orang tua walau tidak seperti dulu.sebenarnya dalam hati berperang antar terjun dan tidak tapi ego masih memihak kepada setan jadi akhirnya terjerumuslah saya kedalamnya, tapi saya tidak seperti yang lain mereka meminta uang kepada orang tua buat beli rokok dan yang lainnya sedangkan saya harus mencari sendiri karena saya tidak mau orang tua saya sedih karena tingkah lsaya ku yang seperti itu.
Ada rasa sedih dalam diri kenapa saya jadi seperti ini, jauh dari ajaran Islam, sudah tidak pernah sholat, sudah melupakan apa yang dilarang dan diperintahkan oleh agama Alloh SWT, dalam hati berkata “ ya Alloh yang maha segalanya ampuni lah dosa ku yang telah lama menjauh dariMU, ya Alloh yang maha pengasih kuatkan lah hati ku agar saya selalu berjalan di jalan MU” tapi karena setan dalam diriku lebih kuat maka saya sering terperosok jauh dari jalan Alloh SWT.
Disinilah awalnya saya menjadi lelaki jantan yang kurang ajar yang mungkin kata orang itu preman dan dimana ada hiburan dangdutan atau tontonan sejenis wayang atau apapun pasti saya ada disitu dan  mabuk ikut joged-joged dan disitulah akhirnya saya dikenal satu kecamatan dan mungkin seperempat kabupaten cilacap setiap pemuda yang gaul atau tidak jelas (brutal) pasti tahu dan kenal saya,sampai saya terjerumus didalam kubangan hitam yang penuh dengan butiran dosa demi mencapai kesenangan sendiri, saya mencari yang tidak diperbolehkan oleh agama dan masyarakat maupun pemerintahan.
Hari hari saya lalui dengan kesenangan yang menyesatkan dan bertentangan dengan hati tapi saya tidak bisa mengendalikan diri dari setan setan yang bergelayut dalam tubuh ini jadi dimanapun ada tawuran setan didalam diriku langsung panas dan seakan-akan gatal tangan ini untuk ikut terjun tawuran antar genk, dan  saya selalu diajak dengan di cekokin minuman keras dulu tapi tidak tau kenapa saya merasa senang sekali dan bersemangat untuk melsayakannya walau resikonya berat sekali pasti ada korban, dari yang luka ringan maupun berat selesai tawuran kita pun di beri minuman lagi agar tak terasa sakit badan tapi benar juga badan yang tadinya terasa sakit habis tawuran jadi hilang dan segar kembali saya ga tahu itu karena factor usia yang masih muda atau karena apa saya ga tahu dan yang saya herankan kenapa yang lain teman2 ku sebagian luka luka saya ga sama sekali ga ada yang lecet sama sekali walau tawurannya dengan balok dan batu dan yang ngeri ada yang bawa samurai, tapi saya biasa aja, saya teringat waktu smp itu saya ngaji dan ditempat ngaji itu saya dikasih 2(dua)telor yang satu buat dimakan dan yang satu buat luluran katanya buat kekebalan asalkan tidak melanggar pantangan yaitu 5(lima) M (maling madat mojok mabuk dan satunya lagi saya lupa maklum sudah lama) dan saya ngerasa saya sudah melanggar pantangan itu dan mengapa saya masih ga mempan dengan pukulan tangan maupun balok, maaf bukannya sombong tapi kebukti di lapangan tawuran dan teman2 juga heran ngeliat saya ga ada yang luka padahal sudah kena pukul balok dan lain sebagainya,disini saya tak bisa berkata tentang kekuasaan alloh SWT pada saat itu emang saya ngerasa diri ini sudah sombong dan sesat sekali.
Suatu hari ada saudara mengajak saya untuk merantau ke Jakarta untuk bekerja di sebuah pabrik toples plastik dan saya langsung menerima pekerjaan itu, hari berikutnya kami pergi menuju Jakarta yang tidak pernah sama sekali saya menginjaknya dan itu yang pertama kali, singkat cerita saya sampai dijakarta dan paginya saya disuruh langsung bekerja bergabung sama teman teman, mereka ada yang dari jawa barat dan jawa timur sebagian lagi dari daerah saya, ternyata di tempat kerja di sift , 2sift, mereka yang ngerasa senior kalau ada karyawan baru selalu saja dikerjain dan saya juga kerjaan dari mereka dan saya merasa serasa tidak terima saya ngomong ke teman teman saya yang senior juga kenapa mereka begitu, saya waktu itu sebenarnya mau ngajakin teman-teman agar kita ketemu mereka diluar dan selesaikan dengan jantan, tapi teman-teman saya menolak dengan alasan belum waktunya mereka juga lagi menunggu waktu yang tepat buat bertemu mereka.
Hari itu sabtu dan kami pulang kerja sore karena malam mingguan, maklum anak muda dan teman saya yang dari pemalang mengajak saya jalan ketempat teman wanitanya dan saya mengikuti saja,dan kebetulan kesitu pacarnya teman saya bawa temannya juga dan saya jadi ditemani nya kami berkenalan sebenarnya saya tidak srek dengan dia tapi mau  gimana lagi dari pada saya bengong kaya sapi ompong menunggu teman saya yang lagi mesra banget kaya perangko lengket terus dan membuat saya ngiri, jam 9 malam kami pamitan pulang karena bagiku itu sudah malam banget kata orang kalau bertamu kerumah orang itu harus  tahu waktu, akhirnya kami berdua pulang dan dijalan kami ngobrol  dan saya melihat 6orang sunda sedang minum minuman keras diwarung jamu, mereka melihat ke arah teman saya dan mereka menghampiri ke tempat saya berjalan,mereka berkata-kata kasar dan seakan mengajak kami berkelahi,karena teman saya tidak terima dengan perkatanya akhirnya perkelahian terjadi, sebenarnya saya takut , tapi saya yakin Alloh SWT membantu orang-orang yang benar jadi saya beranikan diri membantu.
Perkelahian itu terjadi begitu lama dan akhirnya salah satu dari mereka mengeluarkan pisau dari kantongnya, saya terkejut dan takut akan ada korban, akhirnya apa yang saya takut kan terjadi orang yang membawa pisau langsung menghujamkan kearah teman saya dan dia bisa menangkis lalu berbalik pisau itu menusuk dirinya sendiri lalu saya menarik teman saya untuk lari karena takut dia mati bila diteruskan karena darahnya sudah keluar banyak sekali,
Esok harinya kami dicari teman-teman sepabrik karena semalaman kami tidak pulang ke mess, karena kami takut urusan semalam menjadi uruasan polisi, jadi kami kabur 1(satu) minggu tidak kerja tidur dirumah teman sekampung,akhirnya saya dikeluarkan dan pulang kampung, emang. Akhirnya aku pulang dengan tangan kosong tidak ada hasil yang saya dapatkan, sebuah pelajaran bagi saya untuk lebih bersabar dalam menjalani ujian-ujian yang kita terima.
Beberapa minggu kemudian saya berangkat kejakarta lagi, kali ini saya berangkat sendiri tanpa tujuan yang jelas, saya harus keliling Jakarta untuk mencari lowongan kerja, dan saya tidak punya tempat tinggal hanya masjid yang buat tempat persinggahan tidur dikala malam tiba, akhirnya saya dapat pekerjaan di sebuah konfeksi besar didaerah Jakarta pusat, saya mengucapkan syukur kepada Alloh SWT karena apa yang telah saya terima ini menurut saya begitu keberkahan yang sangat besar, karena kesabaran pasti berbuah kebahagiaan.
Kenapa kehidupan ini begitu berat untuk menjalani yang benar-benar baik, sewajarnya layaknya manusia beriman, begitu banyak godaan yang datang silih berganti, dimanapun kita kerja pasti ada yang tidak suka di belakang maupun didepan kita,bagaimanapun harus terima dan pasrah kepada Alloh SWT yang semuanya itu adalah ujian-NYa ,karena banyak sekali teman yang suka mabuk-mabukan akhirnya saya terbawa dan hidup bergelimang dosa lagi mabuk-mabuka dan main judi sehabis menerima gaji hasil kerja satu minggu karena sudah terpojok dengan keadaan yang sangat sulit untuk di tinggalkan, tidak dijakarta tidak dikampung semua teman-teman sama suka yang namanya mabuk-mabukan dan main judi suram dan suram bagaimana saya bisa menjadi anak yang berbakti ke orang tua seluruhnya kalau setiap hari saya seperti ini, disini saya hanya bisa melamuni nasib yang menimpa pada saya. Akhirnya saya berpikir bagaimana saya menjauhi semua itu pasti perlu pengorbanan yang besar untuk menjauhi kemaksiatan itu, pelan-pelan saya sampaikan ke teman-teman pemabuk saya tentang keinginan saya menjauhi itu karena takut sama yang Maha mengetahui dan takut kepada kedua orang tua saya, mereka tidak keberatan dengan niat baik saya, tapi ada sedikit perubahan dari teman-teman saya mereka sedikit menjauhi saya, tapi tidak apa-apa yang penting saya tidak terjerumus lebih dalam dengan dosa.
Kemudian cobaan mulai datang dengan hadirnya wanita yang mungkin menurut saya cantik putih seksi dan menurut saya sempurna, tapi  sayang dia orang sunda (jawa barat ) yang kata orang tua sunda dan jawa tidak boleh berpacaran makanya saya anggap dia sebagai teman kerja biasa tidak ada perasaan apapun, waktu itu ada kerja lembur karena barang pagi-pagi harus sudah dikirim dan saya tahu kerja itu akan butuh tenaga saya langsung beli minuman jamu biar kuat dalam kerja lembur, langsung saya minum diwarung jamu itu takut kalau dibawa ke tempat kerja di marahin sama bos besar,kami bekerja selesai sampai jam 3(tiga)pagi, akhirnya mereka semua tidur dikantor dan kebetulan dia tidak kebagian tempat tidur, lalu dia minta tolong untuk carikan tempat untuk istirahat , akhirnya saya bawakan tikar untuk dia tidur di ruang tukang jahit karena para penjahit sudah pada pulang dan disitu sudah tidak ada orang satu pun disitu , dia setuju asalkan ditemani, akhirnya karena saya tidak tega dia ketakutan saya temani dia tidur ditempat itu. Ada suatu rasa yang berbeda saat itu saat dia tidur di pangkuan saya, tetapi saya tepis rasa itu karena saya tidak mau terjadi sesuatu yang buat rasa bersalah dan berdosa, dan saya ingatkan juga kepadanya dan dia mengerti yang akhirnya dia tertidur pulas dan saya pun tertidur pulas.
Tidak terasa kami berdua berhubungan menjadi  pacar sampai satu bulan dan tiba tiba dia menjauhi saya dan mendekati teman saya, saya tidak tahu apa kesalahan saya sehingga dia menjauhi saya,ada rasa frustasi waktu itu dan mungkin ingin rasa nya menumpahkan segala frustasi saya kedalam minuman keras tetapi semua itu saya tepis karena saya sadar bahwa ini hanya permulaan untuk masa percintaan dan mungkin di lain hari saya akan mendapatkan perempuan yang mencintai saya dengan tulus apa adanya.
Itulah kisah sebagian hidup berkelana saya dijakarta, masih banyak kesedihan-kesedihan yang lain, menjadi pengangguran dijakarta dengan menjadi gelandangan mengamen tidurpun tidak tentu dimana saja, kadang dimasjid kadang dirumah teman kehdupan ini berlanjut sangat lama jarang sekali merasakan yang mendapatkan kesenangan tapi saya pasrah kepada Alloh SWT segala apa yang akan terjadi pada diriku yang terpenting saya selalu berusaha mencari pekerjaan untuk menyambung hidup dijakarta yang kata orang kejam melebihi ibu tiri, seperti hukum rimba siapa yang kuat dia berkuasa, hampir satu tahun saya jadi gelandangan dan kebetulan sekali pada waktu itu ada yang menawarkan kerja di tempat textil atau bahan-bahan pakain yang bertempat tinggal dijakarta barat tepatnya didaerah jelambar dan disitu saya bekerja sebagai pengirim barang ke konfeksi-konfeksi langganannya,jadi tiap hari hidupnya dijalan dan bahasa bahasa kasar yang sering terdengar dijalan terbawa juga di tempat saya kerja bahkan di rumah dan tempat tongkrongan, tiada hari tanpa bahasa kasar yang keluar dari mulut ini.
Setelah kerja selama kurang lebih enam bulan saya diajak teman saya untuk menemaninya apel ketempat wanitanya yang saya tidak tahu sudah jadian apa belum, karena bahasa ku yang terbiasa ngobrol sama wanita, teman saya menjadikan saya sebagai makcomblang nya untuk mendekati agar menyukainya  tapi dasar bukan jodohnya kali dia ditolak karena dia sudah punya pacar dikampung, karena kedekatanya saya dengan dia apa salahnya saya yang jomblo mengatakan suka juga ke dia, dan sungguh jawaban yang mengagetkan dan meminta saya menunggu seminggu untuk jawabanya, saya turuti saja permintaan itu apa susahnya menuggu seminggu dan saya meminta maaf keteman yang menyukainya dan saya sampaikan semua yang telah saya katakan.
Hari yang ditunggu datang dan akhirnya dia menerima saya sebagai pacarnya dan resmi jadi pacarnya karena pacar yang di kampungnya telah diputuskannya karena sudah tidak ada lagi kecocokan katanya, saya bersyukur sekali karena mendapatkan wanita yang sama suku nya dan saya tiap malam berdoa kalau memang jodoh saya mudahkan lah saya dalam berhubungan denganya sampai ke jenjang pernikahan, padahal waktu itu umur saya baru 20 tahun tapi saya benar-benar mencintainya jadi saya bersungguh-sungguh ingin memilikinya sampai ke pernikahan,kami berdua merasa senang dan akhirnya kita tiap hari bertemu untuk melepas rindu sepulang kerja, dan model berpacaran kami itu berbeda dengan anak jaman sekarang yang kalau sudah ngumpul peluk-pelukan dan lain sebagainya, kami bertemu hanya sekedar bertukar cerita tukar pikiran dan lain sebagainya walapun saya masih muda kala itu saya menganggap pacaran itu untuk hubungan yang serius menuju ke pelaminan kalau memang sudah menjadi jodoh.
Liburan lebaran tiba, saya janji akan main kerumahnya dan bertemu orang tuanya,untuk mengatakan bahwa saya serius berpacaran dan akan menikah sesudah kami berdua punya modal untuk nikah maklum saya ini orang miskin yang tidak bisa mengandalkan orang tua untuk pernikahan ini, sehabis sholat ‘idul fitri saya datang kerumahnya dengan naik angkutan desa maklum orang miskin yang belum bisa beli sepeda motor, dan saat turun dari angkutan di terminal kebetulan sekali di terminal itu, saya bertemu dengan teman saya yang dijakarta dan kebetulanya lagi dia sekampung bahkan dia masih di bilang saudaranya pacarku, akhirnya saya diantarnya sampai kerumahnya, alangkah terkejutnya saat saya menuju kekampungnya benar-benar dipelosok yang jauh dari kota jalanya berkelok kelok dan naik turun tapi tidak apa-apa demi hubungan yang serius dan demi cinta saya terus melanjutkan untuk datang kerumahnya, sampailah saya dirumahnya dan disambut sama orang tuanya dengan ramah tamah yang membuat saya deg-degan, saya ditanya macam-macam intinya tentang keseriusan hubungan kami, saya janji pada orang tuanya saya akan serius dan akan saya perkenalkan orang tua saya apabila Alloh SWT berkehendak karena tanpa izin Alloh SWT tidak akan terjadi yang namanya pernikahan walau kita serius dan menginginkannya saya terus berdoa siang dan malam untuk hubungan ini agar dipermudah dan dilancarkan segala urusan ini, sebelumnya saya mengatakan dengan sejujurnya tentang kehidupan orangtua saya yang tidak mampu atau miskin, jadi saya tidak bisa menjanjikan tentang kemegahan pernikahan atau mahar yang besar dan sebagainya yang terpenting adalah saya serius akan menikahinya.
Saya kembali ke Jakarta untuk bekerja seperti biasa, beberapa minggu kemudian ada kejadian yang menurut ku adalah jalanya untuk saya menikahi pacarku ini, yaitu pada waktu itu dia libur mengajak saya jalan tapi saya tidak bisa karena saya kerja akhirnya dia jalan sendiri kesebuah mall di Jakarta barat dan malam nya dia menelpon saya tidak bisa pulang karena disuruh nginep dirumah pamanya saya pun mengiyakan tidak ada rasa curiga atau apapun, malam berikutnya dia telepon sambil menangis dan meminta ku menjemputnya dan dia tidak tahu ada di mana dia telepon lewat wartel, saya bingung harus bagaimana dan terbesit untuk meminta tolong ke penjaga wartel tentang alamat wartel itu dan saya bersyukur banget penjaga wartel itu mau memberitahu alamat wartel itu, dan saya menyuruhnya menutup telepon dan kembali ke tempat itu pagi-pagi akan saya jemput, saya bingung saat itu tidak memegang uang sepeser pun, saya coba pinjem ke bos perempuan dan mengatakan kebohongan bahwa saudara saya nyasar jauh saat mau ketemu saya disini, dan bos perempuan lalu memberikan uang 50 ribu bukan hutang tapi dikasih Cuma-cuma untuk menjemputnya, saya ucapakan terima kasih kepadanya dan berlalu darinya, malamnya saya tidak bisa tidur dan akhirnya sholat malam untuk mempermudah mencarinya sampai pagi saya tidak tidur dan langsung pergi mencarinya dengan berdoa dulu agar selamat dan lancer tidak ada halangan apapun, dengan bermodalkan alamat wartel saya langsung jalan tanpa memikirkan apapun tibalah saya di tempat itu dan saya bertanya kepada tukang ojek dan dia bersedia mengantarkan saya ke alamat tersebut, kurang lebih satu jam ketemu alamat yang dituju dan saya membayarnya ojek dengan menanyakan dulu berapa yang mesti saya bayar, tukang ojek  berkata “ lima ribu saja nak, kasian kamu lagi cari saudara, makasih ya nak moga cepat ketemu saudaranya ya nak” sambil bersalaman, tukang ojek berlalu dan pas saya mau ke wartel itu kebetulan sekali wartelnya tutup sementara, karena sholat jumat, saya langsung mencari masjid terdekat untuk menunaikan sholat jumat dan berdoa semoga dipermudah dalam pencarian ini, sesudah sholat jumat saya langsung menuju wartel itu dan masih tutup juga karena saya kebetulan bawa foto pacarku, saya lalu menanyakan ke orang-orang sekitar situ dan berujung kepada tukang sayur, saya bertanya, dan dia menjawab dengan nada yang sinis sambil menunjuk tempat dia berkata” mas , coba ketempat kos-kosan yang didepan itu, disitu banyak sekali perempuan, coba aja kesitu, barangkali ada disitu mas” saya ucapkan terimakasih dan langsung menuju ke tempat yang ditunjuk oleh tukang sayur, saya langsung ketok-ketok dan didalam sana saya lihat banyak sekali perempuan didalam, tetapi tidak ada satu pun yang berani membukakan pintu, lalu saya ucap salam keras-keras sepertinya mereka takut untuk membuka pintu mungkin karena penampilan saya yang berambut gondrong dan memakai anting dikiri serta celana yang sobek-sobek atau ada hal lain yang saya tidak tahu, akhirnya dibukakan pintu oleh seorang perempuan yang keluar dari dalam sana, saya langsung menanyakan tentang pacarku dia berbohong dengan bilang tidak ada yang seperti foto yang saya tunjukan dan tidak lama kemudian pacarku keluar dari dalam ruangan yang paling dalam ,saya langsung memakinya, perempuan yang berbohong itu langsung meminta maaf dengan alasan tidak tahu kalau ada orang baru, akhirnya saya langsung mengajaknya pulang di malah menolak bahkan mengajak saya untuk bergabung dengan orang-orang itu kata pacar ku” mas kita tidak usah pulang kita disini aja disini di ajarin ngaji dikasih makan ntar di carikan kerjaan, tidak mungkin mas kalau orangnya jahat gitu” saya jawab kepadanya” dijakarta ini kamu jangan mudah percaya orang, apalagi yang seperti ini sudah banyak korban,orang orang Islam yang kaya gini, memang susah untuk ditebak kalau dari kata-katanya” dia tetap dalam pendiriannya ,saya bingung tapi saya tidak kekurangan akal yaitu dengan dia suruh memilih antara tempat itu dan saya, saya pura pura marah dan pergi dari situ, dia langsung memegang tanganku dan memilih saya, yang saya tsayatkan kalau di tidak mau pulang adalah dikampungnya pasti saya yang difitnah membawanya kabur, diapun berpamitan mau pulang kesemuanya yang disitu, belum sempat saya mau keluar dari pintu itu tiba tiba dating seorang lelaki dengan santun mengucapkan salam dan menjabat tangan dan dia meminta jangan tergesa-gesa pulang ada yang mau dibicarakan atau mau bertukar pikiran katanya, saya menyaggupinya walau jam sudah menunjukan jam 3(tiga)sore, yang intinya pada pembicaraan itu adalah saya disuruh bergabung dengan Islam yang tidak sesuai dengan al-quran dan hadist, saya menolaknya karena mereka tidak menganggap orang tua sebagai orang tua mereka, mereka menganggap hidup bisa sendiri tidak perlu orang tua, karena sudah tidak sefaham saya langsung berpamitan pergi, tapi dia mencegahnya bilangnya ada teman yang mau bertemu dengan saya dan mau bersilaturahmi belum sempat saya beridri orang yang dibilang itu datang dan langsung ucap salam dan menjabat tanganku langsung mengajak saya kedalam saya mengiyakan saja untuk masuk untuk sekedar tahu seperti apa sih yang namanya Islam nya orang kaya begini-ini an dia langsung memberikan saya al-quran untuk saya baca tapi saya sudah lupa halaman berapa dan ayat berapa surat apa saya benar- benar lupa, yang jelas saya ini dianggap manusia yang banyak dengan najis dan dosa makanya saya disuruh bergabung dengannya agar bersih dan suci seperti mereka, waktu itu saya sudah benar-benar kena majignya saya menangis dan benar benar lupa tentang tujuan utama ku yang saya heran kan lagi diluar berasa hujan deras dan petir yang menggelagar padahal tadi pas masuk diluar terang benerang tidak ada tanda tanda mau turun hujan, dan tiba tiba pundak saya disentuh oleh pacar saya mungkin karena saya menangis  dan dia berkata “ sudah lah mas kita disini aja , kita bergabung agar kita ” tapi justru kata kata itu lah yang menyadarkan saya tentang tujuan utamsaya dan akhirnya saya berkata kepda lelaki itu” pak maaf karena waktu yang sudah tidak kompromi lagi jadi saya pamit pulang karena kasihan ini ade saya sudah ditunggu-tunggu sama orang tuanya dirumah,terima kasih atas segala nasehat dan masukannya, kapan kapan kita bisa bertemu lagi untuk bertukar pikiran dan menyambung tali silaturahmi sesama muslim” dan saya lihat dia seperti menghela nafas karena tidak berhasil membujukku untuk ikut bergabung, tapi dia segera tutupi dengan senyum dan berkata” ya sudah mas tidak papa, tapi mas punya nomor yang bisa dihubungi biar kita bisa berhubungan lewat telepon juga dan sayamau Tanya mas, apakah mas punya saudara pejabat pemerintahan”,  saya langsung teringat kasus teman saya yang sama seperti ini dan pertanyaa nya pun sama, jadi saya langsung menjawab” ada 3 paman saya polisi di Jakarta ini, tapi tadi saya telepon katanya lagi pada tugas luar semua jadi tidak bisa ngantar saya kesini pak”  saya langsung berpamitan pulang waktu itu jam menunjukan jam 8(delapan)malam, saya langsung pulang sampai empat saya kerj jam 10(sepuluh) malam, saya antarkan di dahulu ke tempat dia kerja tapi sampai ditempat kerja dia tidak diterima ditempat kerja atau kata kasarnya dipecat, saya langsung ajak di ketempat kerja saya dan rencana nya mau saya ajak pulang kampung biar dia tenang dulu dirumah sekalian saya kenalkan ke orang tua saya,.

Pagi harinya saya meminta ijin ke bos ku untuk mengantarkannya pulang kampung, bilangnya adik saya minta pulang kampung, memang ada kebohongan disitu tapi harus bagaimana lagi saya mau jujur tsayat dimarahin oleh bos ku jadi begitulah akhirnya ku ajak dia pulang kampung sorenya dengan naik bis malam, dan pagi harinya sampai dikampung ku dan langsung saya kenalkan ke orangtua ku dan orang tua ku senang dan sepertinya ada rasa khawatir di benak orang tua ku, tapi saya langsung ceritakan sejarah dan kronologinya pulang kampung itu, setelah istrahat lama  langsung saya pamitan ke orang tusaya untuk mengantarkan nya pulang, orang tua ku berpesan “ jum, ntar kamu habis antar langsung pulang ya?” saya mengiyakan dan langsung pergi mengantarkannya,, sesampainya dirumah tidak ada orangtua nya, yang ada bibinya yang rumahnya sebelahnya persis.dan bibinya lari dan memeluknya sambil menangis dan menanyakan keadaanya, setelah tenang bibinya menceritakan kejadian yang lebih heboh dari kenyataan nya, kata tetangga ada yang bilang dibawa kabur sama saya seperti yang saya tsayatkan waktu pencarian itu dan ada yang bilang diculik oleh orang orang hitam yang bisa mencuci otaknya agar lupa sama semua orangtua dan saudaranya, dan sekarang ibunya sedang menyusulnya kejakarta jadi tidak bisa ketemu dan bapaknya lagi nyari rumput yang pulangnya maghrib,dan saya disuruh menginap agar supaya saya bisa menceritakan kejadian yang sebenarnya, sebenarnya saya menolak untuk menolak tapi saya dipaksa nya akhirnya saya mengiyakan untuk menunggu bapaknya pulang mencari rumput buat makan sapi sapinya,
Habis magrib bapak pulang , setelah santai sejenak saya ceritakan semuanya, kebetulan sore itu neneknya disitu juga untuk melihat keadaan cucunya yang katanya keculik jadi saya sekalian ceritakan kepadanya, dulu waktu saya baru datang ke kampung itu banyak yang tidak suka sama saya tapi habis kejadian itu mereka semua menyetujui hubungan saya dengan nya, saya sangat bersyukur sekali mungkin inilah jalannya untuk saya hidup bersamanya, tidak sia-sia saya berkorban  selama ini untuk mendapatkan restu orang tuanya, Alloh SWT mengabulkan doa hamba nya yang serius dalam meminta segala yang diminta.
Saya lanjutkan ceritanya , disitu saya disuruh menginap lagi karena ibunya menyusul ke Jakarta dan belum kembali jadi saya disuruh menunggu untuk menceritakan kepada Ibunya sekembalinya nanti, sebenarnya saya tsayat sesuatu akan terjadi padsaya nanti karena banyak sekali pemuda situ yang tidak suka dengan dating nya saya ke kampungnya, malam ketiga saya nginap terjadi lah yang saya tsayatkan itu, waktu itu saya sedang nonton TV dirumah pamannya datanglah bapaknya dan bicara katanya saya ditunggu teman-teman ku dirumah, saya heran dan terkejut mana mungkin teman-teman saya malam- malam begini menyusul ku kekampung ini, saya sambil berpikir saya hampiri  kerumah bapak dan yang datang ternyata puluhan pemuda kampung itu, ada yang diluar dan ada yang didalam, saya sedikit deg-degan dan bingung tapi saya tidak mau ketahuan oleh calon bapak mertua, jadi saya berusaha tenang, sebenarnya saya tidak takut dengan semua pemuda kampung itu selama saya masih dalam jalur yang benar dan tidak ada masalah dengannya, tapi justru dalam hati bertanya ada apa mereka rombongan datang, apa takut kalau Cuma beberapa saja yang datang kan kasihan orang tua calon istri ku yang jadi ikut bigung,dengan rasa tidak karuan saya bersalaman dengan semua pemuda yang ada disitu mungkin kurang lebih ada 30an (tigapuluhan) pemuda yang kesitu tapi yang didalam Cuma sepuluh orang pemuda yang salah satunya anak ketua RW dan RT serta Anak pejabat desa situ, saya bersalaman dengan mereka sambil duduk saya bertanya ada keperluan apa, sehingga begitu datang dengan rombongan begitu, mereka menganggap saya orang kampung sebelahnya yang sedang bermusuhan dengannya, saya keluarkan KTP dan saya serahkan ke mereka, sebagai bukti ke mereka karena mereka tidak percaya kalau cuma sekedar bicara, sebenarnya saya sedikit emosi karena ada salah satu dari mereka adalah mantan pacarnya calon istri saya, dia berbicara seakan akan memancing untuk ribut, saya berusaha tenang dan saya sedikit dengan nada tinggi saya menantang mereka yang tidak percaya dengan apa yang saya sampaikan sebenarnya, kenapa saya menginap sampai tiga malam disitu, saya tidak takut dengan semua pemuda yang ada disitu saya sudah biasa di keroyok banyak pemuda dan sudah biasa dengan yang namanya tawuran dan berkelahi, kalau seandainya saya babak belur bisa lebih besar kejadian yang akan menimpa desa itu karena saya sudah menghubungi teman-teman saya yang sekampung saya dan kampung sebelahnya,maklum dulunya saya orang yang gaul dimana pun ada teman, tapi sayang teman-teman yang bergaul dengan minuman minuman keras dan lainya yang bisa lupa diri bila memakainya tapi tidak apa-apa selama masih saling mau membantu, dan akhirnya  mereka semua percaya dan memohon maaf kepada ku, tapi ada yang tidak terima dari raut mukanya yang ternyata itu mantan-mantan pacar saya atau calon istri saya, mereka akhirnya pergi dan berpamitan dan sekaligus meminta maaf atas ketidak nyamanan yang mereka buat kepada saya, dan saya terima maaf mereka sambil bersalaman:
            Pagi harinya ibunya pulang dari Jakarta langsung memeluk anak nya sambil menangis keras sekali membuat saya terbangun dari tidurku, langsung saya bangun dan menghampiri serta bersalaman dengan ibunya, ibunya langsung bertanya sambil masih sengguk sengguk sisa sisa tangisnya bagaimana bisa terjadi penculikan itu, saya jadi langsung ceritakan semuanya dan ibunya mengucapkan terima kasih dan yang buat saya senang lagi adalah nenek nya menyampaikan sesuatu yang sudah menjadi janjinya waktu itu, katanya siapa yang menolong cucunya kalau wanita akan dijadikan saudara dan kalau laki-laki akan dijadikan jodoh cucunya, padahal waktu itu saya menolongnya bukan itu karena saya tidak mengetahui janjinya itu dalam hati saya ini sebenarnya hanya rasa tanggung jawab karena dia berstatus sebagai pacar saya, kalau bukan siapa siapa mana mungkin saya tolong, di tempat itu banyak sekali wanita di kost waktu itu malah saya disuruh menolong mengeluarkan mereka yang terbawa bersamaan pacarku, tapi saya tidak mau dengan alasan mereka bukan siapa siapa saya, dan bisa terjadi saya yang terjerat hukum menculik mereka, karena mereka bukan siapa siapa saya apalagi mereka semua sudah terkena magic atau hipnotis, yang mereka anggap kalau masuk komunitas itu bisa suci bersih tiada dosa dan masuk syurga yang menurut saya tidak masuk akal dan tidak ada dalam al-quran bahwa manusia dijaman peradaban modern ini ada orang menganggap bahwa masuk sebuah komintas seperti itu, yang menganggap dirinya suci dan bersih tiada dosa dan najis dan masuk syurga justru kominitas sesatlah menurut saya karena mereka tidak menganggap ada nya orang tua di kehidupan mereka dan masih banyak lagi yang tidak sepaham dengan al-quran, seiap manusia itu mempunyai dosa tidak ada manusia didunia ini yang tidak memliki dosa kecuali anak yang baru lahir.
Dikota besar ini, Jakarta ini tidak bisa kita menilai karena penampilan fisiknya saja karena banyak sekali penipuan penipuan yang berkedok agama sering terjadi, demi perut mereka semua melakukan apa saja, tidak perduli khalah dan kharam yang dihasilkan  yang penting keluarga tercukupi.
Memang manusia kalau sudah di butakan dunia tidak perduli dengan apa yang diperintahkan dalam agama ataupun yang dilarangnya,tidak Cuma orang miskin, pejabat Negara juga banyak sekali yang mengambil bukan hak nya hanya untuk kemewahan dunia belaka, tidak bisa dipungkiri bahwasanya manusia lebih memilih dunia daripada akheratnya karena manusia mempunyai sifat dan watak yang sama tergantung dari pengendalian diri seseorang itu sendiri, banyak kita lihat di sekitar kita kejadian-kejadian yang hanya memperebutkan uang seribu rupiah mereka rela berkelahi dan masih banyak kejadia-kejadian lain yang kita lihat di sekitar kita orang yang lebih mementingan dunia daripada akheratnya.
Manusia harus mempunyai pegangan hidup yaitu iman agar kita terhindar dari perbuatan yang tercela yang mengakibatkan kita masuk neraka kelak, mungkin para pembaca sudah sering mendengar kata-kata ini dan mungkin lebih pintar dari penulis ini, jadi marilah kita belajar bersama-sama tentang pa yang harus kita lakukan dalam menjalani hidup agar sesuai dengan aqidah agaman kita serta jauh dari perbuatan-perbuatan yang di murkai oleh Alloh SWT .
Hakekatnya manusia mempunyai persamaan watak dan sifat tinggal bagaimana kita mengendalikan sifat dan watak kita agar supaya kita hidup di dunia dengan tenang dan damai tanpa rasa gelisah takut akan menjalani kehidupan dengan kesengsaraan dunia, kita akan mengingat Alloh dan akan bertakwa kepada-Nya seperti yang diperintakan Alloh SWT dalam firman-Nya; “Wahai orang-orang yang ber­iman! Takwalah kamu kepada Allah dan hendaklah merenungkan se­tiap diri, apalah yang telah diper­buatnya untuk hari esok. Dan takwalah kamu kepada Allah! Sesung­guhnya Allah itu Maha Menge­tahui apa saja yang kamu kerjakan.Dan janganlah keadaan kamu seperti orang-orang yang me­lupakan Allah, lalu Allah pun membuatnya lupa kepada dirinya sendiri; itulah orang-orang yang fasik.Tidaklah sama penghuni-peng­huni neraka dengan penghuni­-penghuni syurga, penghuni­-penghuni syurga, itulah orang­orang yang beruntung. Kalau sekiranya Kami turunkan al-Quran ini ke atas sebuah gunung, niscaya akan engkau lihatlah gunung itu tunduk ter­pecah-belah disebabkan takut kepada Allah; dan perumpama­an-perumpamaan itu Kami perbuat untuk manusia supaya mereka berfikir.(QS.Al-Hasyr:18-21).
Segala macam problema dunia akan terasa ringan kita jinjing dan kita pikul apabila kita senantiasa mensyukuri dan menyadari bahwa semua kejadian yang menimpa kita adalah kehendak-Nya jangan pernah takut akan kehilangan harta dunia karena Alloh SWT telah berjanji dalam firman-Nya Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An-Nahl ayat 97)
Jadi kenapa kita mesti takut akan kehilangan harta dunia apabila kita berbuat baik dan menjalankan segala perintah-Nya serta menjauhi semua larang-Nya, karena Alloh SWT menjanjikan yang setimpal dengan perbuatan kita selaku hambanya, orang bijak berkata” apa yang kita tanam itu yang akan kita tuai” jadi apalagi yang  ditakutkan kalau semua harta yang kita miliki adalah hasil yang halal dan berkah dan kita sisihkan untuk perbuatan baik.
Semua apa yang kita lakukan di dunia ini akan mendapatkan balasan di dunia serta di akherat, marilah kita tingkatkan iman dan islam kita untuk kemajuan kita sendiri agar kita terhindar dari segala kemuanfikan-kemunafikan yang sangat menyesatkan, apalah arti hidup ini jikalau kita tidak mengetahui hakekatnya kita hidup didalam dunia yang hanya sementara ini, jalani hidup ini dengan hati yang ikhlas lapang kan dada tatkala kita menerima ujian yang berat Insyaalloh hidup kita akan damai tenram dan sejahtera dalam ketenangan yang berkah serta di ridhoi Alloh SWT, tiada yang patut kita sembah selain Alloh SWT yang maha pencipta serta maha pengasih dan penyayang Umat-Nya.
Mungkin inilah perjalan hidup yang saya jalani dengan begitu banyak cobaan dan ujian dalam menapaki kehidupan yang tidak mudah untuk kita jalani karena kehidupan yang saya jalani hanya terbawa ego semata dengan sedikit keimanan jadi beginilah kenyataan hidup saya yang mungkin menurut pembaca kurang bisa dihayati atau dipahami dalam pengetikan yang acak tidak berurutan.
Demikian cerita kehidupan nyata saya dan masih banyak yang tidak diceritakan baik yang sedih maupun senangnya kurang lebih nya mohon maaf atas segala kesalahan yang saya perbuat dalam pengetikan maupun kata-kata yang kurang bisa dipahami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENYABAR, DAN APA ADANYA