Kata pengantar
Assalamu’alaikum wr wb.
Puji syukur kekhadirat
Alloh SWT yang telah memberikan rakhmat dan nikmat dalam kehidupan ini. Dengan
izin Alloh SWT maka artikel ini bisa terbit
Kita harus
senantiasa
mengucapkan rasa syukur yang tiada terukur karna begitu besar Alloh SWT
memberikan kenikmatan yang tidak terhingga, karena Alloh SWT Maha Adil Dan Maha
Bijaksana serta Maha Pengasih.
Ini adalah sebuah
kehidupan yang nyata saya rasakan dari saya kecil hingga dewasa di mana sebuah
kehidupan begitu perih dan sangat butuh kesabaran,keikhlasan serta ketegaran
hati.
Dan disinilah pula segala
macam problema terjadi serta cara bagaimana kita menjalani dan mengatasi
problema kehidupan yang buruk menjadi lebih baik, yang sesat menjadi bersih apabila
kita niat untuk sungguh-sugguh ingin merubahnya.
Hidup ini memang sangat
misteri yang tidak bisa kita tebak, kapan kita senang,kapan kita sedih dan
kapan hidup kita akan kembali kepada yang Maha Pencipta, agar supaya kita kembali
dengan khusnul khatimah kepada yang kekal abadi, kita harus jalani hidup dengan
sabar, tegar, pasrah dan ikhlas menerima keadaan yang ada, serta menjalankan
perintah dan larangan tuhan Yang Maha Pencipta,Insya Alloh SWT hidup kita akan
mulia di akherat nanti amin.
Saya berharap dengan artikel ini kita bisa jadikan inspirasi bahwa setiap manusia pasti diberikan ujian
masing-masing sesuai batas kekuatanya, Karena Alloh SWT memberikan ujian sesuai
dengan batas kemampuan kita sebagai Hambanya, Alloh Maha Mengetahui serta Maha
segala-Nya.
Mudah-mudahan dengan apa
yang kita lakukan dan apa yang kita pelajari hari ini dan masa depan kita akan
lebih baik dari hari-hari yang telah kita lewati dengan merubah diri lebih taat
kepada agama yaitu dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Dengan keterbatasan saya
mungkin tulisan atau bacaan ceritanya kurang dimengerti makna nya, saya mohon dimaklumi
dan saya mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang sopan karena saya
hanyalah manusia biasa yang masih banyak sekali kekuranganya dan masih sangat
butuh belajar lagi.
Wabillahitofiq wal hidayah
wassalamu’alaikum wr. wb.
Penulis
Jumadi ibnu
BAB I
PENDAHULUAN
Sebuah kehidupan sangatlah susah untuk kita
pahami apabila kita berpikir hanya dengan nafsu duniawi saja, apalagi hidup
dizaman yang sudah modern ini yang penuh kesesatan dan kemunafikan, di akhir
zaman ini manusia banyak sekali yang mengaku dirinya muslim tetapi tidak
mencerminkan kemuslimanya, kehancuran dunia ini karena manusia yang cerdik dan
picik demi perut mereka tidak perduli dengan apa yang mereka kerjakan tidak
perduli dengan resiko yang akan mencelakan banyak orang, dan mereka tidak
perduli dengan apa yang terjadi padahal mereka mengaku dirinya orang muslim.
cerita yang akan saya ceritakan yaitu tentang
sebagian kehidupan nyata saya yang Apa sebenarnya tujuan hidup seorang anak manusia
yang mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa, menurut saya adalah tujuan hidup
seorang manusia bukanlah harta dunia yang gemerlap yang setiap manusia mengejar
dengan cara apapun demi mencapai kekayaan dunia semata tetapi mensyukuri apa
yang telah kita terima Walau sedikit tetapi berkah dunia akherat tapi yang
namanya manusia itu memang mempunyai watak ingin memiliki dunia ini seutuhnya walau
dengan jalan apapun yang penting keinginannya tercapai dan terpenuhi..
Mensyukuri adalah kunci untuk kita merasakan kebahagiaan
dalam menjalani ujian dan cobaan di dunia, tanpa syukur hidup ini tak akan
terukur akan selalu merasa kurang dan kurang, tidak tenang dan akan mengambil
jalan pintas untuk meraih sesuatu yang dinginkannya, tanpa melihat yang
dibawahnya.
Dunia ini hanya sementara dan tidak ada yang abadi didunia ini, jadi jalani hidup ini
dengan tabah sabar serta semangat tanpa putus asa walau badai datang menerpa
setiap saat, semakin kita beriman semakin tinggi tingkat ujian yang Alloh SWT
berikan kepada kita, biarkan waktu berjalan sesuai dengan takdir, yang penting
jalani hidup ini dengan hati yang bersih dan tetap di jalan yang lurus yang
sesuai dengan ajaran islam.
Alloh SWT Maha Mengetahui Maha Bijaksana dan
Maha segala-galanya jadi takutlah hanya kepada Alloh SWT karena kepada DIA lah
kita semua kembali tak perduli Si Kaya dan Si Miskin semua akan dipanggil
kehadapan- NYA dimintai pertanggungjawabannya, Di Mata Alloh semua manusia sama
tidak ada yang dibeda-bedakan, yang membedakan hanyalah Amal ibadah kita selama hidup di dunia.
Bagi orang yg berakal akan berusaha mencari
rahasia di balik pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala yg berlimpah ruah
tersebut. Setelah dia menemukan jawaban yaitu untuk beribadah kepada-Nya saja maka
dia akan mengetahui bahwa dunia bukan sebagai tujuan.
Sebagai bukti yaitu ada kematian setelah hidup ini dan ada kehidupan setelah kematian diiringi dengan persidangan dan pengadilan serta pembalasan dari Allah l. Itulah kehidupan yg hakiki di akhirat nanti.
Sebagai bukti yaitu ada kematian setelah hidup ini dan ada kehidupan setelah kematian diiringi dengan persidangan dan pengadilan serta pembalasan dari Allah l. Itulah kehidupan yg hakiki di akhirat nanti.
Kesimpulan seperti ini akan mengantarkan kepada:
1. Dunia bukan
tujuan hidup.
2. Keni’matan yg
ada pada bukan tujuan diciptakan manusia akan tetapi sebagai perantara utk
suatu tujuan yg mulia.
3. Semangat
beramal untuk tujuan hidup yg hakiki dan kekal.
Ibnu Qudamah rahimahullahu menjelaskan: “Ketahuilah bahwa ni’mat itu ada dua bentuk ni’mat yg menjadi tujuan dan ni’mat yg menjadi perantara menuju tujuan. Nikmat yg merupakan tujuan adalah kebahagiaan akhirat dan nilai akan kembali kepada empat perkara.
Ibnu Qudamah rahimahullahu menjelaskan: “Ketahuilah bahwa ni’mat itu ada dua bentuk ni’mat yg menjadi tujuan dan ni’mat yg menjadi perantara menuju tujuan. Nikmat yg merupakan tujuan adalah kebahagiaan akhirat dan nilai akan kembali kepada empat perkara.
1. Kekekalan dan
tidak ada kebinasaan setelahnya.
2. Kebahagian yang
tidak ada duka setelahnya.
3. Ilmu yang tidak
ada kejahilan setelahnya.
4. Kaya yang tidak
ada kefakiran setelahnya.
Semua ini merupakan
kebahagiaan yang hakiki.
Adapun bagian yg kedua adalah sebagai perantara
menuju kebahagiaan yang disebutkan dan ini ada empat perkara:
1. Keutamaan
diri sendiri seperti keimanan dan akhlak yang baik.
2. Keutamaan
pada badan seperti kekuatan dan kesehatan dan sebagainya.
3. Keutamaan yang
terkait dengan badan seperti harta kedudukan dan keluarga.
4. Sebab-sebab yang
menghimpun ni’mat-ni’mat tersebut dgn segala keutamaan seperti hidayah
bimbingan kebaikan pertolongan dan semua ni’mat ini adalah besar.”
Apapun yang terjadi dalam hidup ini sudah
tercatat oleh takdir dari Alloh SWT yang Maha Kuasa dan Maha pencipta , jadi
terimalah apa yang telah digariskan dan di takdirkan oleh -Nya untuk kita selaku
hambanya maka kita harus terima dan mensyukurinya walaupun terkadang tidak
sesuai dengan keinginan kita, Alloh SWT Maha Mengetahui tentang apa yang kita
butuhkan dalam kehidupan di dunia ini jadi tegar dan teguhkan hati kita dalam
menjalani kehidupan yang sifatnya hanya sementara ini.
Manusia diberikan
kekayaan seberapapun pasti merasa kurang dan kurang karena pada dasarnya kurang
bersyukur kepada Alloh SWT, kalau seandainya kita bersyukur dengan sesungguhnya
maka insyaalloh hidup kita akan merasa cukup dan tenang serta damai dalam
menjalani hudup di dunia ini.bersyukur kepada Allah lebih cenderung kepada pengakuan
bahwa semua kenikmatan adalah pemberian dari Allah. Inilah yang disebut sebagai
syukur. Lawan kata dari syukur nikmat adalah kufur nikmat, yaitu mengingkari
bahwa kenikmatan bukan diberikan oleh Allah. Kufur nikmat berpotensi merusak
keimanan.Bersyukur kepada Allah adalah salah satu konsep yang secara prinsip ditegaskan
di dalam Al-Qur'an pada hampir 70 ayat. Perumpamaan dari orang yang bersyukur
dan kufur diberikan dan keadaan mereka di akhirat digambarkan. Alasan kenapa
begitu pentingnya bersyukur kepada Allah adalah fungsinya sebagai indikator
keimanan dan pengakuan atas keesaan Allah. Dalam salah satu ayat, bersyukur
digambarkan sebagai penganutan tunggal kepada Allah:
Hai orang-orang yang
beriman! Makanlah di antara rezeki yang baik yang kami berikan kepadamu. Dan
bersyukurlah kepada Allah swt jika memang hanya dia saja yang kamu sembah. (Al-Baqarah: 172)
Pada ayat lain bersyukur digambarkan
sebagai lawan kemusyrikan:
Baik kepadamu maupun
kepada nabi sebelummu telah diwahyukan: "Jika engkau mempersekutukan
Tuhan, maka akan terbuang percumalah segala amalmu dan pastilah engkau menjadi
orang yang merugi. Karena itu sembahlah Allah swt olehmu, dan jadilah orang yang bersyukur (Az-Zumar: 65-66)
Bersyukur kepada Allah merupakan salah
satu ujian dari Allah. Manusia dikaruniani banyak kenikmatan dan diberitahu cara
memanfaatkannya. Sebagai balasannya, manusia diharapkan untuk taat kepada
penciptanya. Namun manusia diberi kebebasan untuk memilih apakah hendak
bersyukur atau tidak:
Sesungguhnya kami
telah menciptakan manusia dari setetes air mani yang bercampur. Kami hendak
mengujinya dengan beban perintah dan larangan. Karena itu kami jadikan ia
mendengar dan melihat. Sesungguhnya kami telah menunjukinya jalan yang lurus:
Ada yang bersyukur, namun ada pula yang kafir. (Al-Insan: 2-3)
Menurut ayat tersebut, bersyukur atau
tidaknya manusia adalah tanda jelas beriman atau kafirkah ia. Bersyukur juga
berhubungan erat dengan keadaan di akhirat. Tidak ada hukuman yang dijatuhkan
kepada orang beriman dan bersyukur:
Dan
ingat pulalah ketika Tuhanmu memberikan pernyataan:
"Jika
kamu bersyukur pasti Kutambah nikmatKu kepadamu; sebaliknya jika kamu
mengingkari nikmat itu, tentu siksaanku lebih dahsyat” (Ibrahim: 7)
Karunia itulah yang disampaikan Allah sebagai
berita gembira kepada hamba-hambaNya yang beriman dan mengerjakan kebaikan.Katakanlah:
"Saya tidak meminta upah kepadamu atas
seruanku ini, kecuali hanya kasih sayang dalam kekeluargaan. Siapa yang
mengerjakan kebaikan, Kami lipat gandakan kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah
Maha Pengampun dan Penilai. (Ash-Syura:
23)
Kaum Luthpun telah
mendustakan peringatan Tuhan. Kami hembuskan kepada mereka angin puyuh, kecuali
kaum keluarga Luth, mereka telah kami selamatkan sebelum fajar menyingsing.
Suatu anugrah dari kami. Demikianlah kami memberi ganjaran kepada siapa yang
bersyukur. (Al-Qamar: 33-35)
"Seandainya
kalian menghitung nikmat Allah, tentu kalian tidak akan mampu" (An-Nahl: 18).
Menurut ayat
tersebut, jangankan menghitung nikmat, mengkategorikannya saja tidak mungkin
sebab nikmat Allah tidak terbatas banyaknya. Karenanya seorang mukmin tidak
seharusnya menghitung nikmat, melainkan berdzikir dan mewujudkan rasa
syukurnya.
Anggapan kebanyakan
orang, bersyukur kepada Allah hanya perlu dilsayakan pada saat mendapatkan
anugrah besar atau terbebas dari masalah besar adalah keliru. Padahal jika mau
merenung sebentar saja, mereka akan menyadari bahwa mereka dikelilingi oleh
nikmat yang tidak terbatas banyaknya. Setiap waktu setiap menit, tercurah kenikmatan
tak terhenti seperti hidup, kesehatan, kecerdasan, panca indra, udara yang
dihirup...; pendek kata segala sesuatu yang memungkinkan orang untuk hidup
diberikan oleh Allah. Sebagai balasan semua itu, seseorang diharapkan untuk
mengabdi kepada Allah sebagai rasa syukurnya. Orang-orang yang tidak
memperhatikan semua kenikmatan yang mereka terima, dengan demikian telah
mengingkari nikmat (kufur). Mereka baru mau bersyukur apabila semua kenikmatan
telah dicabut. Sebagai contoh, kesehatan yang tidak pernah mereka sayai sebagai
nikmat baru mereka syukuri setelah mereka sakit.
Al-Qur'an
memerintahkan untuk mengingat nikmat Allah berulang-kali karena manusia
cenderung melupakannya. Seluruh buku yang ada di dunia ini tidak akan cukup
untuk menulis nikmat Allah. Allah menciptakan manusia dalam bentuknya yang
sempurna, memiliki panca indra yang memungkinkan manusia untuk merasakan dunia
di sekelilingnya, membimbingnya menuju jalan yang benar melalui Al-Qur'an dan
Al-Hadits, menciptakan air segar dan makanan yang berlimpah, melancarkan
pelayaran, yang kesemuanya itu ditujukan untuk keuntungan manusia. Setiap orang
yang berdoa dan berbuat baik pasti juga bersyukur kepada Allah sebab
orang-orang yang mengingkari nikmat Allah pasti juga tidak pernah ingat kepada
Allah. Seseorang yang bertingkah lsaya seperti hewan, mengkonsumsi segala
sesuatu yang diberikan padanya tanpa mau berfikir mengapa semua itu
dianugrahkan dan siapa yang menganugrahkan, sudah selayaknya mengubah tingkah lsaya
seperti itu. Sebaliknya, bersyukur hanya di saat menerima nikmat besar saja
tidak akan berarti. Itulah sebabnya orang mukmin hendaknya tidak pernah lupa
untuk bersyukur kepada Allah SWT.
Dari Al-Qur'an kita
juga tahu bahwa hanya orang-orang yang bersyukurlah yang mau mengakui
tanda-tanda kekuasaan Allah di dunia dan mengambil pelajaran darinya. Ayat di
bawah ini menguraikan hal tersebut:
Adapun tanah yang
baik, tanaman-tanamannya tumbuh dengan subur dengan izin Allah. Dan tanah yang
gersang, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami menjelaskan
tanda-tanda kebesaran kami bagi orang-orang yang bersyukur. (Al-A'raf: 58)
Hikmah maupun bukti
yang terkandung dalam ayat tersebut hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang
dikaruniai wawasan dan kepekaan yang biasa dimiliki oleh orang-orang yang
bersyukur,Wawasan dan kepekaan tersebut merupakan balasan atas rasa syukur
kepada Allah. Sebaliknya orang-orang yang ingkar dan tidak peka, untuk
memperhatikannya pun mereka enggan.
Seperti ayat pada
saat Allah menasehati para rasulNya. Salah satunya adalah Musa, untuk
bersyukur: Allah berfirman: "Hai
Musa! Sesungguhnya Saya telah memilihmu melebihi dari manusia yang lain untuk
mengemban tugas kerasulan-Ku dan untuk berbicara secara langsung dengan-Ku.
Oleh karena itu, pegang teguhlah Syari'at yang Saya berikan kepadamu, dan
hendaklah engkau menjadi orang yang bersyukur. (Al-A'raf: 144)
Kami perintahkan
kepada manusia supaya: Berbuat baik kepada kedua ibu-bapak. Ibunya mengandung
dan melahirkannya dengan susah payah. Mengandung sampai dengan menyapihnya,
tigapuluh bulan (Dihitung menurut masa kandungan yang terpendek, yaitu enam
bulan. Ditambah dengan masa penyusuan yang sempurna yaitu duapuluh empat bulan
(2 tahun), menjadi tigapuluh bulan). Sehingga manakala ia sampai dewasa,
usianya cukup empat puluh tahun, dia mendoa:
"Ya Tuhanku, tunjukkanlah kepada saya
bagaimana mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadsaya dan kepada
ibu-bapakku. Jadikanlah amal perbuatanku sesuai dengan keridhaanMu dan
berikanlah kebaikan kepadsaya berkelanjutan sampai kepada anak-cucuku.
Sesungguhnya saya bertaubat kepadaMu, dan saya adaah Allah orang yang berserah
diri.
(Al-Ahkaf: 15)
Mari kita bersama-sama belajar
mengenal rasa syukur agar supaya hidup kita lebih tenang dan berkah sesuai
dengan perintah Alloh SWT, takut lah kita terhadap ancaman Alloh SWT bagi
orang-orang yang mengkufuri nikmat-nikmat Alloh SWT.
Memang tidak bisa kita pungkiri bahwa
setiap manusia mempunyai nafsu untuk memiliki dunia sepenuhnya karena pada
dasarnya manusia itu memiliki emosi dan nafsu untuk meraih apa yang di inginkan
di dunia ini, tidak ada manusia yang menginginkan kemiskinan dan tidak ada
manusia ingin setiap harinya diterpa kesedihan karena kelaparan, setiap manusia
menginginkan segalanya tercukupi dan tercapai keinginannya tapi segala sesuatu
di dunia ini sudah diatur oleh Alloh SWT, sebagai hambanya kita hanya bisa
pasrah dan berusaha serta bersyukur tentang apa yang telah di berikan kepada
kita agar kita merasa tenang dan damai dalam menjalani hidup.
Rasa syukur akan membawa kita
kepada keridhoan dan keberkahan dari Alloh SWT dan akan mebawa ketenangan dan
justru sebaliknya tanpa rasa syukur hidup kita tidak terukur akan merasa kurang
dan gersang, gelisah tsayat akan kehilangan hartanya dan tsayat tidak bisa
menghidupi keluarganya padahal Alloh SWT telah menjamin setiap manusia sudah
diberikan rejeki nya masing-masing sesuai dengan takaran dan kebutuhanya tapi
manusia tidak menyadari semua itu.
Mari kita renungkan dari kita lahir
kita tidak membawa apapun dan kita lahir didunia dengan menangis dan tangan
kita menggegam, apa makna yang terkandung dalam kondisi seperti itu, pada saat
kita lahir kita langsung menangis karena takut akan janji kita waktu masih
didalam rahim bahwa kita akan bertakwa kepada Alloh SWT, dan tangan kita
menggegam maknanya adalah kita bernafsu untuk memiliki dunia ini seutuhnya,
tidak ada bayi lahir tidak menangis dan tidak menggegam tanganya setiap bayi pasti
lahir menangis dan menggegam tangan nya coba perhatikan anak lahir, kita lahir
yang sama Alloh SWT kita di berikan modal hidup di dunia yaitu pendengaran
penglihatan dan hati atau pikiran agar kita bisa berpikir bagaimana caranya kita
menjalani hidup, bagaimana kita bisa membaca menulis dan bisa berpakaian rapi
dan lain sebagainya, coba kita renungkan seandainya kita tidak diberikan hati
dan pikiran? Apa jadinya hidup kita? Seperti apa hidup kita? Inilah pentingnya
hati dan pikiran, agar kita bisa berpikir mencari tahu yang belum kita ketahui.
Pendengaran penglihatan dan hati
serta pikiran yang Alloh SWT berikan kepada kita selaku hambanya agar kita
selalu bertakwa kepada-Nya seperti bersyukur dan menjalankan perintah-Nya serta
menjauhi larangan-Nya.
Syukur pasrah sangat penting untuk
kita kerjakan agar kita tentram dan tenang serta damai dan tidak ada rasa takut dengan apa
yang akan kita hadapi didunia ini karena
apapun yang datang untuk kita semua dari Alloh SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar