Minggu, 02 Maret 2014

perjalanan hidup dan rasa syukur


Kata pengantar
Assalamu’alaikum wr wb.
Puji syukur kekhadirat Alloh SWT yang telah memberikan rakhmat dan nikmat dalam kehidupan ini. Dengan izin Alloh SWT maka artikel ini bisa terbit
Kita harus senantiasa mengucapkan rasa syukur yang tiada terukur karna begitu besar Alloh SWT memberikan kenikmatan yang tidak terhingga, karena Alloh SWT Maha Adil Dan Maha Bijaksana serta Maha Pengasih.
Ini adalah sebuah kehidupan yang nyata saya rasakan dari saya kecil hingga dewasa di mana sebuah kehidupan begitu perih dan sangat butuh kesabaran,keikhlasan serta ketegaran hati.
Dan disinilah pula segala macam problema terjadi serta cara bagaimana kita menjalani dan mengatasi problema kehidupan yang buruk menjadi lebih baik, yang sesat menjadi bersih apabila kita niat untuk sungguh-sugguh ingin merubahnya.
Hidup ini memang sangat misteri yang tidak bisa kita tebak, kapan kita senang,kapan kita sedih dan kapan hidup kita akan kembali kepada yang Maha Pencipta, agar supaya kita kembali dengan khusnul khatimah kepada yang kekal abadi, kita harus jalani hidup dengan sabar, tegar, pasrah dan ikhlas menerima keadaan yang ada, serta menjalankan perintah dan larangan tuhan Yang Maha Pencipta,Insya Alloh SWT hidup kita akan mulia di akherat nanti amin.
Saya berharap dengan artikel ini kita bisa jadikan inspirasi  bahwa setiap manusia pasti diberikan ujian masing-masing sesuai batas kekuatanya, Karena Alloh SWT memberikan ujian sesuai dengan batas kemampuan kita sebagai Hambanya, Alloh Maha Mengetahui serta Maha segala-Nya.
Mudah-mudahan dengan apa yang kita lakukan dan apa yang kita pelajari hari ini dan masa depan kita akan lebih baik dari hari-hari yang telah kita lewati dengan merubah diri lebih taat kepada agama yaitu dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Dengan keterbatasan saya mungkin tulisan atau bacaan ceritanya kurang dimengerti makna nya, saya mohon dimaklumi dan saya mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang sopan karena saya hanyalah manusia biasa yang masih banyak sekali kekuranganya dan masih sangat butuh belajar lagi.
Wabillahitofiq wal hidayah wassalamu’alaikum wr. wb.
Penulis

Jumadi ibnu







BAB I
PENDAHULUAN

Sebuah kehidupan sangatlah susah untuk kita pahami apabila kita berpikir hanya dengan nafsu duniawi saja, apalagi hidup dizaman yang sudah modern ini yang penuh kesesatan dan kemunafikan, di akhir zaman ini manusia banyak sekali yang mengaku dirinya muslim tetapi tidak mencerminkan kemuslimanya, kehancuran dunia ini karena manusia yang cerdik dan picik demi perut mereka tidak perduli dengan apa yang mereka kerjakan tidak perduli dengan resiko yang akan mencelakan banyak orang, dan mereka tidak perduli dengan apa yang terjadi padahal mereka mengaku dirinya orang muslim.
cerita yang akan saya ceritakan yaitu tentang sebagian kehidupan nyata saya yang Apa sebenarnya tujuan hidup seorang anak manusia yang mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa, menurut saya adalah tujuan hidup seorang manusia bukanlah harta dunia yang gemerlap yang setiap manusia mengejar dengan cara apapun demi mencapai kekayaan dunia semata tetapi mensyukuri apa yang telah kita terima Walau sedikit tetapi berkah dunia akherat tapi yang namanya manusia itu memang mempunyai watak ingin memiliki dunia ini seutuhnya walau dengan jalan apapun yang penting keinginannya tercapai dan terpenuhi..
Mensyukuri adalah kunci untuk kita merasakan kebahagiaan dalam menjalani ujian dan cobaan di dunia, tanpa syukur hidup ini tak akan terukur akan selalu merasa kurang dan kurang, tidak tenang dan akan mengambil jalan pintas untuk meraih sesuatu yang dinginkannya, tanpa melihat yang dibawahnya.
Dunia ini hanya sementara dan tidak ada yang  abadi didunia ini, jadi jalani hidup ini dengan tabah sabar serta semangat tanpa putus asa walau badai datang menerpa setiap saat, semakin kita beriman semakin tinggi tingkat ujian yang Alloh SWT berikan kepada kita, biarkan waktu berjalan sesuai dengan takdir, yang penting jalani hidup ini dengan hati yang bersih dan tetap di jalan yang lurus yang sesuai dengan ajaran islam.
Alloh SWT Maha Mengetahui Maha Bijaksana dan Maha segala-galanya jadi takutlah hanya kepada Alloh SWT karena kepada DIA lah kita semua kembali tak perduli Si Kaya dan Si Miskin semua akan dipanggil kehadapan- NYA dimintai pertanggungjawabannya, Di Mata Alloh semua manusia sama tidak ada yang dibeda-bedakan, yang membedakan hanyalah Amal ibadah  kita selama hidup di dunia.
Bagi orang yg berakal akan berusaha mencari rahasia di balik pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala yg berlimpah ruah tersebut. Setelah dia menemukan jawaban yaitu untuk beribadah kepada-Nya saja maka dia akan mengetahui bahwa dunia bukan sebagai tujuan.
Sebagai bukti yaitu ada kematian setelah hidup ini dan ada kehidupan setelah kematian diiringi dengan persidangan dan pengadilan serta pembalasan dari Allah l. Itulah kehidupan yg hakiki di akhirat nanti.
Kesimpulan seperti ini akan mengantarkan kepada:
1.     Dunia bukan tujuan hidup.
2.     Keni’matan yg ada pada bukan tujuan diciptakan manusia akan tetapi sebagai perantara utk suatu tujuan yg mulia.
3.     Semangat beramal untuk tujuan hidup yg hakiki dan kekal.
Ibnu Qudamah rahimahullahu menjelaskan: “Ketahuilah bahwa ni’mat itu ada dua bentuk ni’mat yg menjadi tujuan dan ni’mat yg menjadi perantara menuju tujuan. Nikmat yg merupakan tujuan adalah kebahagiaan akhirat dan nilai akan kembali kepada empat perkara.

1.     Kekekalan dan tidak ada kebinasaan setelahnya.
2.     Kebahagian yang tidak ada duka setelahnya.
3.     Ilmu yang tidak ada kejahilan setelahnya.
4.     Kaya yang tidak ada kefakiran setelahnya.
Semua ini merupakan kebahagiaan yang hakiki.
Adapun bagian yg kedua adalah sebagai perantara menuju kebahagiaan yang disebutkan dan ini ada empat perkara:
1.     Keutamaan diri sendiri seperti keimanan dan akhlak yang baik.
2.     Keutamaan pada badan seperti kekuatan dan kesehatan dan sebagainya.
3.     Keutamaan yang terkait dengan badan seperti harta kedudukan dan keluarga.
4.     Sebab-sebab yang menghimpun ni’mat-ni’mat tersebut dgn segala keutamaan seperti hidayah bimbingan kebaikan pertolongan dan semua ni’mat ini adalah besar.”
Apapun yang terjadi dalam hidup ini sudah tercatat oleh takdir dari Alloh SWT yang Maha Kuasa dan Maha pencipta , jadi terimalah apa yang telah digariskan dan di takdirkan oleh -Nya untuk kita selaku hambanya maka kita harus terima dan mensyukurinya walaupun terkadang tidak sesuai dengan keinginan kita, Alloh SWT Maha Mengetahui tentang apa yang kita butuhkan dalam kehidupan di dunia ini  jadi tegar dan teguhkan hati kita dalam menjalani kehidupan yang sifatnya hanya sementara ini.
Manusia diberikan kekayaan seberapapun pasti merasa kurang dan kurang karena pada dasarnya kurang bersyukur kepada Alloh SWT, kalau seandainya kita bersyukur dengan sesungguhnya maka insyaalloh hidup kita akan merasa cukup dan tenang serta damai dalam menjalani hudup di dunia ini.bersyukur kepada Allah lebih cenderung kepada pengakuan bahwa semua kenikmatan adalah pemberian dari Allah. Inilah yang disebut sebagai syukur. Lawan kata dari syukur nikmat adalah kufur nikmat, yaitu mengingkari bahwa kenikmatan bukan diberikan oleh Allah. Kufur nikmat berpotensi merusak keimanan.Bersyukur kepada Allah adalah salah satu konsep yang secara prinsip ditegaskan di dalam Al-Qur'an pada hampir 70 ayat. Perumpamaan dari orang yang bersyukur dan kufur diberikan dan keadaan mereka di akhirat digambarkan. Alasan kenapa begitu pentingnya bersyukur kepada Allah adalah fungsinya sebagai indikator keimanan dan pengakuan atas keesaan Allah. Dalam salah satu ayat, bersyukur digambarkan sebagai penganutan tunggal kepada Allah:
Hai orang-orang yang beriman! Makanlah di antara rezeki yang baik yang kami berikan kepadamu. Dan bersyukurlah kepada Allah swt jika memang hanya dia saja yang kamu sembah. (Al-Baqarah: 172)
Pada ayat lain bersyukur digambarkan sebagai lawan kemusyrikan:
Baik kepadamu maupun kepada nabi sebelummu telah diwahyukan: "Jika engkau mempersekutukan Tuhan, maka akan terbuang percumalah segala amalmu dan pastilah engkau menjadi orang yang merugi. Karena itu sembahlah Allah swt  olehmu, dan jadilah orang yang bersyukur (Az-Zumar: 65-66)
Bersyukur kepada Allah merupakan salah satu ujian dari Allah. Manusia dikaruniani banyak kenikmatan dan diberitahu cara memanfaatkannya. Sebagai balasannya, manusia diharapkan untuk taat kepada penciptanya. Namun manusia diberi kebebasan untuk memilih apakah hendak bersyukur atau tidak:
Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari setetes air mani yang bercampur. Kami hendak mengujinya dengan beban perintah dan larangan. Karena itu kami jadikan ia mendengar dan melihat. Sesungguhnya kami telah menunjukinya jalan yang lurus: Ada yang bersyukur, namun ada pula yang kafir. (Al-Insan: 2-3)
Menurut ayat tersebut, bersyukur atau tidaknya manusia adalah tanda jelas beriman atau kafirkah ia. Bersyukur juga berhubungan erat dengan keadaan di akhirat. Tidak ada hukuman yang dijatuhkan kepada orang beriman dan bersyukur:
Dan ingat pulalah ketika Tuhanmu memberikan pernyataan:
 "Jika kamu bersyukur pasti Kutambah nikmatKu kepadamu; sebaliknya jika kamu mengingkari nikmat itu, tentu siksaanku lebih dahsyat” (Ibrahim: 7)
 Karunia itulah yang disampaikan Allah sebagai berita gembira kepada hamba-hambaNya yang beriman dan mengerjakan kebaikan.Katakanlah:
"Saya tidak meminta upah kepadamu atas seruanku ini, kecuali hanya kasih sayang dalam kekeluargaan. Siapa yang mengerjakan kebaikan, Kami lipat gandakan kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Penilai. (Ash-Syura: 23)
Kaum Luthpun telah mendustakan peringatan Tuhan. Kami hembuskan kepada mereka angin puyuh, kecuali kaum keluarga Luth, mereka telah kami selamatkan sebelum fajar menyingsing. Suatu anugrah dari kami. Demikianlah kami memberi ganjaran kepada siapa yang bersyukur. (Al-Qamar: 33-35)
"Seandainya kalian menghitung nikmat Allah, tentu kalian tidak akan mampu" (An-Nahl: 18).
Menurut ayat tersebut, jangankan menghitung nikmat, mengkategorikannya saja tidak mungkin sebab nikmat Allah tidak terbatas banyaknya. Karenanya seorang mukmin tidak seharusnya menghitung nikmat, melainkan berdzikir dan mewujudkan rasa syukurnya.
Anggapan kebanyakan orang, bersyukur kepada Allah hanya perlu dilsayakan pada saat mendapatkan anugrah besar atau terbebas dari masalah besar adalah keliru. Padahal jika mau merenung sebentar saja, mereka akan menyadari bahwa mereka dikelilingi oleh nikmat yang tidak terbatas banyaknya. Setiap waktu setiap menit, tercurah kenikmatan tak terhenti seperti hidup, kesehatan, kecerdasan, panca indra, udara yang dihirup...; pendek kata segala sesuatu yang memungkinkan orang untuk hidup diberikan oleh Allah. Sebagai balasan semua itu, seseorang diharapkan untuk mengabdi kepada Allah sebagai rasa syukurnya. Orang-orang yang tidak memperhatikan semua kenikmatan yang mereka terima, dengan demikian telah mengingkari nikmat (kufur). Mereka baru mau bersyukur apabila semua kenikmatan telah dicabut. Sebagai contoh, kesehatan yang tidak pernah mereka sayai sebagai nikmat baru mereka syukuri setelah mereka sakit.
Al-Qur'an memerintahkan untuk mengingat nikmat Allah berulang-kali karena manusia cenderung melupakannya. Seluruh buku yang ada di dunia ini tidak akan cukup untuk menulis nikmat Allah. Allah menciptakan manusia dalam bentuknya yang sempurna, memiliki panca indra yang memungkinkan manusia untuk merasakan dunia di sekelilingnya, membimbingnya menuju jalan yang benar melalui Al-Qur'an dan Al-Hadits, menciptakan air segar dan makanan yang berlimpah, melancarkan pelayaran, yang kesemuanya itu ditujukan untuk keuntungan manusia. Setiap orang yang berdoa dan berbuat baik pasti juga bersyukur kepada Allah sebab orang-orang yang mengingkari nikmat Allah pasti juga tidak pernah ingat kepada Allah. Seseorang yang bertingkah lsaya seperti hewan, mengkonsumsi segala sesuatu yang diberikan padanya tanpa mau berfikir mengapa semua itu dianugrahkan dan siapa yang menganugrahkan, sudah selayaknya mengubah tingkah lsaya seperti itu. Sebaliknya, bersyukur hanya di saat menerima nikmat besar saja tidak akan berarti. Itulah sebabnya orang mukmin hendaknya tidak pernah lupa untuk bersyukur kepada Allah SWT.
Dari Al-Qur'an kita juga tahu bahwa hanya orang-orang yang bersyukurlah yang mau mengakui tanda-tanda kekuasaan Allah di dunia dan mengambil pelajaran darinya. Ayat di bawah ini menguraikan hal tersebut:
Adapun tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh dengan subur dengan izin Allah. Dan tanah yang gersang, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami menjelaskan tanda-tanda kebesaran kami bagi orang-orang yang bersyukur. (Al-A'raf: 58)
Hikmah maupun bukti yang terkandung dalam ayat tersebut hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang dikaruniai wawasan dan kepekaan yang biasa dimiliki oleh orang-orang yang bersyukur,Wawasan dan kepekaan tersebut merupakan balasan atas rasa syukur kepada Allah. Sebaliknya orang-orang yang ingkar dan tidak peka, untuk memperhatikannya pun mereka enggan.
Seperti ayat pada saat Allah menasehati para rasulNya. Salah satunya adalah Musa, untuk bersyukur: Allah berfirman: "Hai Musa! Sesungguhnya Saya telah memilihmu melebihi dari manusia yang lain untuk mengemban tugas kerasulan-Ku dan untuk berbicara secara langsung dengan-Ku. Oleh karena itu, pegang teguhlah Syari'at yang Saya berikan kepadamu, dan hendaklah engkau menjadi orang yang bersyukur. (Al-A'raf: 144)
Kami perintahkan kepada manusia supaya: Berbuat baik kepada kedua ibu-bapak. Ibunya mengandung dan melahirkannya dengan susah payah. Mengandung sampai dengan menyapihnya, tigapuluh bulan (Dihitung menurut masa kandungan yang terpendek, yaitu enam bulan. Ditambah dengan masa penyusuan yang sempurna yaitu duapuluh empat bulan (2 tahun), menjadi tigapuluh bulan). Sehingga manakala ia sampai dewasa, usianya cukup empat puluh tahun, dia mendoa:
 "Ya Tuhanku, tunjukkanlah kepada saya bagaimana mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadsaya dan kepada ibu-bapakku. Jadikanlah amal perbuatanku sesuai dengan keridhaanMu dan berikanlah kebaikan kepadsaya berkelanjutan sampai kepada anak-cucuku. Sesungguhnya saya bertaubat kepadaMu, dan saya adaah Allah orang yang berserah diri. (Al-Ahkaf: 15)
Mari kita bersama-sama belajar mengenal rasa syukur agar supaya hidup kita lebih tenang dan berkah sesuai dengan perintah Alloh SWT, takut lah kita terhadap ancaman Alloh SWT bagi orang-orang yang mengkufuri nikmat-nikmat Alloh SWT.
Memang tidak bisa kita pungkiri bahwa setiap manusia mempunyai nafsu untuk memiliki dunia sepenuhnya karena pada dasarnya manusia itu memiliki emosi dan nafsu untuk meraih apa yang di inginkan di dunia ini, tidak ada manusia yang menginginkan kemiskinan dan tidak ada manusia ingin setiap harinya diterpa kesedihan karena kelaparan, setiap manusia menginginkan segalanya tercukupi dan tercapai keinginannya tapi segala sesuatu di dunia ini sudah diatur oleh Alloh SWT, sebagai hambanya kita hanya bisa pasrah dan berusaha serta bersyukur tentang apa yang telah di berikan kepada kita agar kita merasa tenang dan damai dalam menjalani hidup.
Rasa syukur akan membawa kita kepada keridhoan dan keberkahan dari Alloh SWT dan akan mebawa ketenangan dan justru sebaliknya tanpa rasa syukur hidup kita tidak terukur akan merasa kurang dan gersang, gelisah tsayat akan kehilangan hartanya dan tsayat tidak bisa menghidupi keluarganya padahal Alloh SWT telah menjamin setiap manusia sudah diberikan rejeki nya masing-masing sesuai dengan takaran dan kebutuhanya tapi manusia tidak menyadari semua itu.
Mari kita renungkan dari kita lahir kita tidak membawa apapun dan kita lahir didunia dengan menangis dan tangan kita menggegam, apa makna yang terkandung dalam kondisi seperti itu, pada saat kita lahir kita langsung menangis karena takut akan janji kita waktu masih didalam rahim bahwa kita akan bertakwa kepada Alloh SWT, dan tangan kita menggegam maknanya adalah kita bernafsu untuk memiliki dunia ini seutuhnya, tidak ada bayi lahir tidak menangis dan tidak menggegam tanganya setiap bayi pasti lahir menangis dan menggegam tangan nya coba perhatikan anak lahir, kita lahir yang sama Alloh SWT kita di berikan modal hidup di dunia yaitu pendengaran penglihatan dan hati atau pikiran agar kita bisa berpikir bagaimana caranya kita menjalani hidup, bagaimana kita bisa membaca menulis dan bisa berpakaian rapi dan lain sebagainya, coba kita renungkan seandainya kita tidak diberikan hati dan pikiran? Apa jadinya hidup kita? Seperti apa hidup kita? Inilah pentingnya hati dan pikiran, agar kita bisa berpikir mencari tahu yang belum kita ketahui.
Pendengaran penglihatan dan hati serta pikiran yang Alloh SWT berikan kepada kita selaku hambanya agar kita selalu bertakwa kepada-Nya seperti bersyukur dan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.
Syukur pasrah sangat penting untuk kita kerjakan agar kita tentram dan tenang serta  damai dan tidak ada rasa takut dengan apa yang akan kita hadapi didunia  ini karena apapun yang datang untuk kita semua dari Alloh SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENYABAR, DAN APA ADANYA