SISTEM KEPEMIMPINAN DAN
HUBUNGAN ANTAR MASYARAKAT
PERENCANAAN
PEMBANGUNAN PONDOK PESANTREN AL – MUTAQIN
Oleh
:
JUMADI
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT
yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kita sehingga saya
berhasil menyelesaikan TUGAS MATA KULIAH
SISTEM KEPEMIMPINAN DAN HUBUNGAN ANTAR MASYRAKAT ini yang alkhamdulillah tepat
pada waktunya.
Tugas ini berisikan tentang perencanaa program pembangunan
pondok pesantren, visi dan misi didirikannya Pondok Pesantren AL – Muttaqin yang
terletak di Desa Maos Lor, Maos, Cilacap, Jawa Tengah.
Pentingnya membangun lembaga pondok pesantren sebagai
lembaga pendidikan non formal yang membawa semangat perubahan menuju perbaikan.
Dikatakan penting, karena pesantren secara umum mempunyai nilai lebih, di mana
ia merupakan lembaga pendidikan yang mampu menjangkau ilmu-ilmu pengetahuan
umum dan agama, serta mampu membuat model masyarakat islami yang mengedepankan
keseimbangan ilmu dan amal. Pondok pesantren ibarat kota kecil yang seluruh
kondisi kesehariannya memberikan pendidikan dan kemandirian yang sangat
bermanfaat bagi pembangunan sumber daya manusia yang berilmu sekaligus
berakhlakul karimah.
Saya menyadari bahwa tugas yang saya kerjakan ini
masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak
yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua
pihak yang telah berperan serta membantu dalam penyusunan TUGAS MATA KULIAH SISTEM KEPEMIMPINAN DAN HUBUNGAN
ANTAR MASYRAKAT ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa
meridhai segala usaha kita. Amin.
27 /5/ 2014
Penyusun
A. Latar Belakang
Rencana pembangunan pondok pesantren ini bermula dari tersentuhnya hati
dengan kejadian-kejadian belakangan ini yang sangat memalukan bagi kita selaku
kaum muslim, terjadinya pelecehan seksual dikalangan anak-anak remaja serta
pemakaian narkoba dan minuman keras dikalangan remaja pula dan banyak
kejadian-kejadian lain dikalangan remaja.
Semua kejadian- kejadian itu terjadi karena lemahnya penanaman Aqidah -
Aqidah tentang Keimanan Kepada Tuhan Yang Maha Pencipta, maka untuk
menanggulangi kejadian tersebut untuk tidak terulang kembali, Saya berencana membangun lembaga pendidikan
non formal dalam bidang agama dan pemberdayaan sumber daya manusia muslim agar
kelak memberikan kontribusi manfaat yang besar dan kemaslahatan bagi masyarakat
luas. Karena itu kemudian saya berinisiatif untuk mendirikan pondok pesantren,
mengingat di sekitar daerah saya tersebut belum berdiri satu pun pesantren, dan
dengan pertimbangan lain bahwa pesantren di era modern saat ini sangat
dibutuhkan bagi mereka yang tengah kehausan mencari air spiritual, sehingga
diharapkan dengan berdirinya pesantren ini dapat membantu mereka mendapatkan
jalan kebenaran, hidayah, kepuasan spiritual dan keberkahan hidup di dunia
hingga di akherat. Terlebih, lokasi tanah wakaf tersebut berada di kawasan
masyarakat awam yang masih sangat haus akan ilmu-ilmu agama, haus akan
kedamaian hati, dan haus akan pencerahan. Karena itu, kelak apabila program
kerja ini dapat terealisasi, semoga dapat membantu mereka untuk memenuhi
kebutuhan pokok mereka tersebut.
Pentingnya membangun lembaga pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan
non formal yang membawa semangat perubahan menuju perbaikan. Dikatakan penting,
karena pesantren secara umum mempunyai nilai lebih, di mana ia merupakan
lembaga pendidikan yang mampu menjangkau ilmu-ilmu pengetahuan umum dan keagamaan,
serta mampu membuat model masyarakat islami yang mengedepankan keseimbangan
ilmu dan amal. ibarat kota kecil yang seluruh kondisi kesehariannya memberikan
pendidikan dan kemandirian yang sangat bermanfaat bagi pembangunan sumber daya
manusia berilmu sekaligus berakhlakul karimah. Generasi Islam yang sesuai
dengan ajaran- ajaran Rasululloh SAW harus senantiasa tercipta, jangan
hancurkan masa depan anak-anak kita hanya dengan pergaulan-pergaulan bebas yang
jauh dari agama, maka kejadian seperti diatas akan terus terjadi, kita selaku
sesama muslim seharusnya menolong mereka yang terjerembab dalam lubang yang
kotor untuk bangun dan meneruskan cita-cita bangsa, negara dan agama, dengan
memberikan pembinaan melalui pendidikan didalam Pondok Pesantren.
Sangat penting sekali generasi penerus islam, bangsa dan negara yang berkarakter
akhlaqul karimah, yang amanah serta berjiwa besar dalam kehidupan sosial
bermasyarakat supaya negera dan bangsa ini jauh dari korupsi, jauh dari
pelecehan sex, jauh dari perampok jauh darri segala macam yang meresahkan masyrakat
bangsa kita Indonesia.
Pendirian pondok pesantren ini sangat membantu guna terciptanya generasi
penerus yang berakhlaul karimah sesuai dengan ajaran-ajaran islam. Tentu semua
itu tidak lah sangat mudah untuk dijalankan tanpa ada dukungan dari masyarakat
dan pemerintah untuk saling bahu membahu membangun pondok pesantren demi
menciptakan generasi penerus yang islami, bangsa dan negara yang ber akhlqul
karimah, berkarakter dan berjiwa sosial tinggi.
Pondok Pesantren ini Insya Alloh akan didirikan di desa Maos lor, Maos,
Cilacap, Jawa Tengah, dengan luas tanah
1,5 hektar yang diwakafkan untuk pendirian Pondok Pesantren Al Muttaqin
ini, dan mudah-mudahan dengan izin Alloh SWT akan dapat terselesaikan dengan
cepat, dan tidak ada halangan apapun, sesuai dengan pewujudan visi dan misi
yang Saya harapkan.
B. Visi, Misi dan Tujuan
1. Visi
“Membentuk generasi Islami yang
tangguh, cerdas, dan berakhlakul karimah, yang mampu meberikan pencerahan dan keberkahan hidup bagi umat manusia di dunia
dan akherat”
2. Misi
Sebagai sebuah institusi
Pendidikan non formal yang akan melahirkan pribadi-pribadi Muslim yang kaffah,
berkarakter, serta berjiwa kemandirian, maka misi pondok pesantren yang akan
saya bangun inni dituangkan dituangakn dalam bebeberapa misi sebagai berikut :
1. Mencetak atau Melahirkan generasi penerus bangsa yang islami, nyantri,
kretaif, berilmu dan bermoral.
2. Menanamkan pondasi islam yang kokoh
sesuai dengan ajaran islam yang telah dogariskan oleh Rasulllloh SAW.
3. Menciptakan benteng bagi masyarakat luas agar senantiasa terhindar dari
ajaran-ajaran yang tidak benar, yang hanya akan merusak kerukunan, kedamaian,
persatuan dan kesatuan sesama ummat beragama, berbangas dan bernegara.
4. Membangun Santri Islami nan sholeh yang mampu bersaing secara intelektual
guna meraih keberhasilan dalam persaiangan hidup dizaman modern.
3. Tujuan
a. Sebagai salah satu program pengabdian kepada masyarakat dalam mengembangkan
pendidikan Islam.
b. Meningkatkan Keimanan dan Wawasan Kepada Masyarakat sekitar.
c. Merubah karakter manusia menjadi lebih mengedepankan pola-pola islami dalam
hidu bermasyarakat.
d. Mengurangi pengangguran di desa maos lor, kecamatan maos, kabupaten
cilacap.
e. Terciptanya Komunikasi yang efektif didalam berkehidupan bermasyrakat
dengan berpedoman Kepada Al-qur’an
C. Rencana Strategis Pesantren
1. Membantu meningkatkan Pengetahuan Keagamaan di desa Maos Lor secara khusus dan masyarakat luas secara umum
berdasarkan atas ajaran Islam.
2. Membangun Pusat Kajian bagi ilmu – ilmu keislaman yang mengedepankan
semangat intelektualiisme dan nasionalisme kerakyatan.
3. Membangun usaha – usaha yang bernilai ekonomi tinggi sebagai bentuk
sumbangsih para santri demi mewujudkan masyarakat yang agamis, makmur, baik
secara materiil dan spiritual.
4. Membangun komunitas santri yang berilmu, santun, dan dapat menjadi rahmatan
lil ‘aalamin.
5. Memberikan informasi-informasi keagamaan kepada masyarakat maos dan
sekitarnya.
D. Perekrutan karyawan
1. S2 PAI dan berpengalaman dalam kepengurusan pondok pesantren untuk bagian
Pengasuh Pondok Pesantren
2. Mengutamakan lulusan pondok pesantren
yang sudah lulus S1 untuk bagian
Pengajar dan Ketua Santri
3. S1 ilmu Komunikasi, khusus untuk bekerja di bagian pengembangan bahasa
4. Lulusan S1 managemen Akutansi untuk bagian sekretaris dan bendahara
5. S1 yang berhubungan dengan Sistem Penggalian Dana untuk bagian Dana Usaha
6. S1 yang berani tantangan dalam bekerja demi kemajuan Pondok Pesantren untuk
bisa bekerja di bagian pengembangan ekonomi
7. SMK untuk bagian Kebersihan
8. SMK Yang pernah mengikuti bela diri
untuk bagian Keamanan
E. Hak-hak karyawan
1. Pengasuh Pondok Pesantren diberikan upah perbulan sebesar Rp. 7.000.000,00
2. Ketua santri diberikan upah perbulan sebesar Rp. 5.500.000,00
3. Sekretaris dan bendahara diberikan upah perbulan sebesar Rp. 5.000.000,00
4. Bagian Dana Usaha dan Pengembangan ekonomi diberikan Upah perbulan sebesar
Rp. 5.000.000,00
5. Bagian Kesekratiatan dan perpustakan diberikan Upah perbulan sebesar RP.
3.500.000,00
6. Bagian Keamanan akan diberikan upah sebesar Rp. 3.000.000,00
7. Bagian sarana dan prasarana diberikan Upah sebesar Rp.3.000.000,00
8. Bagian Kebersihan akan diberikan upah sebesar Rp. 2.800.000,00
9. Bagian Pengajar yang tetap akan diberikan upah sebesar Rp. 4.000.000,00
10. Bagian pengajar yang free line akan
dibayar sebesar Rp.250.000,00/mata pelajaran
Untuk semua karyawan akan
diberikan tunjangan kesehatan dengan dibuatkan asuransi kesehatan untuk yang
sudah berumah tangga dan mempunyai anak maka akan masuk seluruhnya dalam
asuransi tersebut dan untuk yang sendiri asuransinya hanya berlaku untuk
sendiri. Untuk yang free line tidak mendapatkan asuransi kesehatan tersebut.
Dengan demikian akan sangat
membantu para karyawan dikala sakit, dan akan menambah semangat kerja karyawan
dalam mengurus pondok pesantren.
Untuk penerimaan santriwan dan
santriwati akan dibentuk kepanitian tersendiri yang di ketuai oleh ketua santri
untuk mengkoordinir siapa-siapa yang akan menjadi panitia penerimaan
santriwan-santriwati tersebut dengan
terus melaporkan perkembangan-perkembangan pondok pesantren kepada
Pengasuh Pondok Pesantren dan Pembina Pondok Pesantren.
F. Program Kegiatan Pondok pesantren
1.
Program pembinaan
2.
Program Pengajian Umum ( Majelis
Ta’lim ) untuk masyarakat maos dan sekitarnya.
3.
Program Kajian Kitab – Kitab
4.
Program Kerja Koperasi
5.
Program Penyantunan Yatim Piatu
6.
Program Pendidikan Tahfidzul
Qur’an
7.
Program Pendidikan untuk Lansia
yang berada di lingkungan sekitar Pondok Pondok pesantren
8.
Program Madrasah Diniyah
Dalam hal ini saya memberikan
keringanan bagi santri yang tidak mampu untuk tetap mengikuti pengajaran di
dalam Pondok pesantren dengan catatan anak tersebut mau belajar dan benar-benar
aktif dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan dan kegiatan-kegiatan lain didalam
Pondok pesantren.
Karena dalam prinsip dan niat
pendirian Pondok Pesantren ini hanya untuk kemanusiaan yang bercita-cita
merubah masyarakat yang lebih berakhlaq dan beraqidah islamiyah, bukan semata
untuk mencari keuntungan dunia.
Pertemuan rutin Pelaporan dan
keluhan para karyawan dan pengajar Pondok pesantren, akan diadakan setiap
minggu untuk kemajuan dan pengembangan Pondok Pesantren, dengan membahas
Pengeluaran dan Pemasukan Anggaran Pondok Pesantren. Disini Semua saya ikut sertakan
dalam pertemuan rapat demi untuk transparansi kepada semua karyawan saya. Tidak
ada yang harus ditutup-tutupi dalam hal anggaran tersebut dan tidak ada jarak
diantara satu dan lainya, dengan begitu akan terjalin rasa persaudaraan dan
kerjasama yang baik antar divisi, saling membangun, saling mengisi, bahu
membahu demi kemajuan pondok pesantren Al-muttaqin ini.
G. Struktur Organisasi Kepengurusan
Pondok Pesantren
Dewan Pembina : bertugas mengawasi jalanya pondok pesantren, memberikan saran – saran yang
dibutuhkan berhubungan dengan rencana kerja strategis pondok pesantren.
Ø
Pengasuh Pondok Pesantren, bertugas untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan, mengawasi
santri, dan membantu menentukan kurikulum dan pengajar (ustadz), memberikan
saran dalam perencanaan yang bersifat strategi dan operasional
Ø
Ketua Santri, bertugas mengorganisir jalannya
kepengurusan podok pesantren, melaksanakan yang bersifat operasional,
bersama-sama dengan pengurus inti dan pengasuh pondok pesantren menentukan
rencana kerja yang bersifat strategis.
Ø
Sekretaris, bertugas membantu ketua santri mengkoordinir dan melaksanakan hal-hal
yangv berhubungan dengan administrasi non keuangan, membawahi bagian
Kesekretariatan dan Perpustakaan.
Ø
Bendahara, bertugas membantu ketua santri dengan hal-hal yang berhubungan dengan
masalah administrasi keuangan pondok pesantren , membawahi bagian dana usaha
yang bertugas mencari donatur bagi keperluan da’wah pondok dan juga bagian
pengembangan ekonomipondok pesantren.
Ø
Divisi keberisan, bertanggung
jawab atas pelaksanaan dan pengawasan kebersihan pondok pesantren, termasuk elemen-elemen yang berada didalam pondok pesantren, melaksanakan
amanah-amanah yang dibebankan berkaitan tugas yang diembannya.
Ø
Divisi Ta’lim, bertanggung jawab terhadap
seluruh masalah yang berkaitan denganpendidikan, diantaranya memanage
biayapendidikan, menentukan pengajar, menjalankan kurikulum yang sudah
disepakati, bersama-sama dengan ketua santri dan pengasuh podok pesantren
menentukan jadwal akademik atau secara global menjaga kelangsungan proses
belajar mengajar pondok pesantren.
Ø
Divisi Ta’mir, mengelola masjid di pondok
pesantren, melingkupi kegiatan-kegiatan rutin keagamaan, masalah keuangan
masjid, penanganann sarana prasarana mesjid, perawatan dan perbaikan properti
masjid di pondok pesantren.
Ø
Divisi keamanan, bertanggung jawab atas keamanan
pondok pesantren, mengtur optimalisasi sumber daya yang berkaitan dengan
keamanan yang ada di lingkup pondok pesantren.
Ø Divisi pengembangan bahasa, bertugas auntuk memasyarakatkan, mengawasi, menjalankan kedisiplinan, atas
penggunaan bahasa asing (khusus bahasa arab dan inggris), dilingkup pondok
pesantren.
Ø Divisi Sarana dan Prasarana, mengatur, menginventarisir,
mengawasi, memperbaiki seluruh sarana dan prasarana di pondok pesantren,
memanage sumber daya sub divisinya.
Ø Divisi Da’wah Ummat, bertugas mengoptimalkan seluruh sumber daya pondok pesentren bagi kebutuhan
ummat, dimana salah satu tujuannya membantu ummat islam untuk mengenal kembali
pola hidup dan pemikiran islam.